Doa Istimewa Nabi Musa

Assalamu’alaykum wr wb..

Kali ini saya mau berbagi tentang kajian yang saya ikuti di Al Azhar, 19 Feb 2016 kemarin yang diisi oleh Sheikh Abdullah Hakeem, seorang instruktur dari AlKauthar Institute https://www.alkauthar.org/ yang lahir di Fiji yang menetap di Australia. Beliau menyampaikan kajian ini dengan ciamiik dengan bahasa Inggris yang mudah di pahami, brasa nonton video di youtube tapi tetep ngena di hatiii #caileee.. Karna saya emang sok sibuk orangnya hahaha, jadi baru sempat saya share sekarang.. Semoga bermanfaat ya.. 🙂

Tema kajian ini adalah “The Love Wisdom from Prophet Musa’s Marriage”

Kisah nabi Musa AS adalah salah satu kisah unik sarat makna dengan berbagai gelombang kehidupan yang kompleks. Di lahirkan ketika terjadi huru-hura di negeri mesir yang mana saat itu Fir’aun yang berkuasa memerintahkan bala pasukannya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Nabi Musa AS  selamat dari petaka itu, ia dihanyutkan kesungai nil oleh ibunya, menariknya peti dimana bayi Musa di taroh mengarah ke istana fir’aun, peti tersebut menjadi daya tarik bagi istri fir’aun setelah dia tahu ternyata ada bayi lucu mungil didalamnya istri fir’aunpun minta izin kepada sang raja untuk merawat serta membesarkan bayi musa.

Ya, singkat cerita bayi musa tumbuh dan dewasa di istana fir’aun, hingga suatu waktu ketika dia beranjak dewasa ia membunuh laki-laki mesir (dari golongan fir’aun) yang berkelahi dengan golongannya (bani israil) secara tidak sengaja. Setelah peristiwa pembunuhan tersebut tersiarlah gelagat tidak baik dari pihak istana yang mempunyai niat buruk kepada Musa hingga akhirnya dia keluar dari mesir untuk menyelamatkan diri.

Dari sinilah awal kisah cinta nabi Musa AS, perjalanan panjangnya dari kota mesir (dengan bimbingan Allah tentunya) membawa jejak langkahnya kesebuah negeri, madyan namanya. Di tengah perjalanan beliau menjumpai dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka tidak mampu melakukannya. Kemudian dibantu Musa.

Di saat itulah, Musa merasa sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Tapi tiada lagi tempat mengadu, tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di saat itulah, Musa merasa sangat butuh pertolongan Tuhannya. Di bawah teduh pepohonan, beliau berdoa,

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Gayung pun bersambut, seusai doa Allah hilangkan keresahan Musa, setahap demi setahap. Datanglah salah satu diantara wanita yang ditolong Musa, menawarkan kepada Musa agar mampir ke rumahnya. Menemui ayah sang gadis. Ternyata kedua anak gadis tersebut adalah putri dari nabi Syuaib AS.

Kebaikan nabi Musa AS membuat ayah dari kedua gadis tersebut tertarik untuk mengenal nabi Musa AS lebih dekat,

“wahai ayahku, berilah dia upah. Sesungguhnya engkau akan memberikan upah kepada seorang yang kuat dan jujur” ujar putri nabi Syuaib.

Si ayah bertanya kepadanya :

“bagaimana engkau mengetahui dia seorang lelaki yang kuat”

Anak gadisnya menjawab

“Saya lihat sendiri ia mengangkat batu yang tidak mampu diangkat oleh sepuluh orang lelaki”

Si ayah bertanya lagi :

“Bagaimana engkau mengetahui bahwa dia seorang yang jujur”

Perempuan itu menjawab :

“Ia menolak untuk berjalan di belakangku dan ia berjalan di depanku sehingga ia tidak melihatku saat aku berjalan. Dan selama perjalanan saat aku berbincang-bincang dengannya, dia selalu menundukkan matanya ke tanah sebagai rasa malu dan adab yang baik darinya

* Jika jalan berbelok Nabi Musa memberi tanda kepada gadis itu dengan melemparkan ranting, sama sekali tidak menoleh ke belakang sedikitpun.

Kemudian orang tua itu memandangi Nabi Musa as dan berkata kepadanya :

“Wahai Musa, aku ingin menikahkanmu dengan salah satu putriku. Dengan syarat, hendaklah engkau bekerja menggembala kambing bersamaku selama delapan tahun. Seandainya engkau menyempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah kemurahan darimu. Aku tidak ingin menyusahkanmu, sungguh insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang saleh”

Nabi Musa as kemudian berkata  :

“Ini adalah kesepakatan antara aku dan engkau dan Allah SWT sebagai saksi atas kesepakatan kita, baik aku akan melaksanakan pekerjaan selama delapan tahun maupun sepuluh tahun.  Setelah itu, aku bebas untuk pergi ke mana saja”

Akhirnya menikahlah nabi Musa AS dengan putri Nabi Syuaib AS, ada hikmah berharga yang bisa kita petik dari kisah ini yaitu siapapun jodoh kita, dimanapun jodoh kita maka itu adalah cerminan diri kita. Dikisah diatas kita melihat bagaimana nabi Musa AS adalah seorang laki-laki yang baik budinya dan mulia akhlaknya, bagaimana ia menjaga diri dengan menundukkan pandangannya terhadap wanita hingga pada akhirnya Allah pertemukan juga dengan wanita baik-baik putri Nabi Syuaib AS.

Selain itu, Nabi Musa memperlihatkan sikap menghargai mertuanya dengan bekerja 10 tahun padahal Nabi Syuaib hanya menawarkan 8 tahun. Nabi Musa sangat RESPECT kepada mertuanya, karena sudah mempercayai dirinya, memberikan anak gadisnya kepada beliau, laki-laki yang tidak mempunyai apa2 saat itu kecuali akhlak yang baik.

 

~~~

Dari cerita diatas, ibroh yang dapat dipetik adalah ketika Nabi Musa merasa berada di titik nol, keluar dari istana yang tadinya dia bisa mendapatkan apapun, berkebalikan 180 derajat, beliau tidak punya sepeser uangpun, bahkan kelaparan, tidak punya sanak family dan penuh dengan ketakutan, beliau pasrah kepada Allah. Nabi Musa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang bisa membantu selain Allah, disaat Nabi Musa yang seharusnya dibantu, namun beliau malah membantu orang lain dan Allah mengabulkan jawaban dari doa-doanya secara bertubi2 dari arah yang tidak disangka-sangka. Coba kalo kita berada di posisi Nabi Musa yang ditimpa kemalangan.. Duuh gw aja lagi susah mau bantu oraaang..

  • Allah berikan jaminan keamanan kepada Musa, dengan Allah kumpulkan beliau bersama orang soleh (ayah si gadis).
  • Si ayah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya.
  • Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan.

Kemenangan dan keberhasilan bertubi-tubi Allah berikan kepada Musa. Yang semua itu dimulai setelah dia berdoa dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah menurunkan banyak kebaikan untuknya.

Seperti itulah diantara adab dalam berdoa. Berdoa dan memohon kepada Allah, di saat kita merasa sangat membutuhkan pertolongan Allah, menjadikan doa mustajab. Karena kita merasa sangat dekat dengan Allah. Sehingga doa yang dilantunkan menjadi sangat berkualitas.

Berbeda dengan doa yang sifatnya rutinitas. Membaca teks Arab, namun tidak diiringi kehadiran hati. Hanya sebatas di lisan, tanpa ada perasaan butuh kepada Allah. Kondisi ini menjadikan doa kita tidak mustajab. Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 dan dihasankan oleh al-Albani).

 

Sumber : darisini dan darisini dengan sedikit editing dan penambahan sesuai dengan isi kajian.

Mencoba ARS Kuala Namu-Medan

Assalamu’alaykum wr wb.. Hay hay long time ga ngebloooggg.. Ini postingan saya pertama di tahun 2016. Minggu kemaren saya dinas keluar kota, ke Medan. Karena pagi harinya saya harus medical check up, jadilah saya berangkat ke Medan Minggu sore. Kali ini saya solo travel karena rekan kerja saya sudah berangkat lebih dahulu di siang hari. […]

Gift from GOD

Assalamu’alaykum wr wb

Happy long weekend untuk yang menunaikan. Alhamdulillah walaupun saya ga merasakan long weekend kali ini, karena saya harus lembur, tapi hari ini saya sama happy-nya kayak teman2 yg liburan karena kerjaan saya beres. Jadi, ga dikejer2 user lagi dan bisa hidup lebih tenang. Senin bisa move on ke project satunya yg deadlinenya sama2 akhir tahun.. haha..

Singkat cerita, seharusnya project ini targetnya tahun depan tapi karena satu dan lain hal yang ga bisa saya ceritakan disini, jadilah deadlinenya dimajukan jadi akhir tahun ini, dan hebohnya dimulai pas ulang tahun saya Senin kemarin, yang menjadi issue top management. Jadi WA saya penuuh banget, selain keluarga, ada beberapa teman yg inget hari ultah saya. Makasih ya buat doa2nya dan kadonya.. Seuntai doa lebih berharga dari apapun, walaupun doa terbaik adalah doa dalam diam, hehe..

Sisanya.. Ya useeer yg ngejer2 saya. Sedih? Ga dong.. Karena dengan sibuk, saya ga bakal mikir yang ga perlu dipikirkan hihi.. Pulang kosan otak udah capek yang ada langsung istirahat. Dan menurut saya ini adalah kado ultah yang baik banget dari Allah.. NO DRAMA dan rasa tenang. Alhamdulillah.. Ingat Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan :):):)

Screenshot_2015-12-25-21-31-14-1-1

Ya bisa dibilang usia saya ga muda lagi, walopun muka masih unyu2.. *pletak. Harapan saya kedepanmya, semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, lebih dewasa, dan lebih sabar.. Dan doa pamungkas.. Semoga saya bisa segera bertemu teman hidup yang klik dan menyelematkan dunia dan akhirat.. Aamiin..

Cara mudah menghafal nama-nama surat Al Quran

Assalamu’alaykum wr wb..

Bagaimana kabar teman2 semua?
Buat yg libur.. Happy long weekend ya..
Buat yg ga bisa libur karena harus masuk (baca : lembur) kayak saya.. hehe.. Dinikmati saja.. Cemungud ea kaka.. 😄😄😄

Nah saya punya cara mudah untuk menghafal nama2 surat Al Quran nih.. Kiriman dari temen liqo.. Smoga bermanfaat ya.. 😊😊😊

Cerita I ; (Surah 1 – 10)

Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.
NO.KRONOLOGI CERITA
1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD dan YUSUF melihat PETIR.Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.
NO.KRONOLOGI CERITA
11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA

Cerita III ; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA. Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT. Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.
NO.KRONOLOGI CERITA
21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG – ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA-LABA – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV ; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. Sementara itu FATHIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF- SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.
NO.KRONOLOGI CERITA
31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YANG BERSHAF2– ASH SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR
40.YANG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)
YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang PERHIASAN. Bukan tentang KABUT. Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.
NO.KRONOLOGI CERITA
41.YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF

Cerita VI ; (Surah 51 – 60)
ANGIN YANG MENERBANGKAN
membawa awan ke bukit THURSINA.Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.
NO.KRONOLOGI CERITA
51.ANGIN YANG MENERBANGKAN – ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YANG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YANG DIUJI – AL MUMTAHANAH

Cerita VII ; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN -KESALAHAN. Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga. Disinilah
TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.
NO.KRONOLOGI CERITA
61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKAN KESALAHAN- KESALAHAN – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA’ARIJ

Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian, MALAIKAT- MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa
sedang melihat IA BERMUKA MASAM.
NO.KRONOLOGI CERITA
71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX ; (Surah 81 – 90)
Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH. Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.
NO.KRONOLOGI CERITA
81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 100)
MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.
NO.KRONOLOGI CERITA
91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL’ADIYAT

Cerita XI ; (Surah 101 – 110)
HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.
NO.KRONOLOGI CERITA
101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR
111. AL LAHAB
112. AL FALAQ
113. AL IKHLAS
114. AN NAS

Review : Bulan Terbelah di Langit Amerika

Assalamu’alaykum wr wb

Kemarin malam (15/12), film karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra diputar Gala Premier di Epicentrum XXI. Dan Alhamdulillah saya berkesempatan mendapatkan tiket gratis nonton disana, berkat undangan dari IHB. Agak terharu gimana gitu saya bisa nonton premier. Hihihi.. Maklum ini kali pertama saya nonton  sama artis-artis, wartawan sampai petinggi negara kayak ayahanda Mbak Hanum, Bapak Anies Baswedan, Arkana, Mentri luar negeri, dll. *maafyanorak 😀

2015-12-16 03.28.51 1.jpg

2015-12-16 03.30.29 1.jpg

IMG-20151215-WA0017-1

Read More »

Mengahafal Al Qur’an

Dulu ada temen yang sedang semangat-semangatnya bilang..
“Di.. aku pengen banget menghapal Quran.. “

Terus saya cuma speechless, nyengir trs mikir ya ampuun masih muda giniii, nanti ajalah yaaa.. hahahaha.. Ya udah berlalu begitu aja.. Sampai akhirnya  negara api menyerang saya ikutan liqo [lagi]

~~~

Kemarin saya cukup tertohok ketika kakak saya mengabari saya kalau ponakan saya, Alif, kelas 5 SD wisuda tahfidz juz 30. Mungkin buat anak jaman sekarang udah biasa ya, apalagi kalau sekolah di sekolah islam terpadu. Tapi menurut saya yang apalah2 ini sesuatu bangeet. Saya ngerasa ketampar aja. Saya apa kabar nihh.. Surat – surat pendek buat sholat aja masih sedikit yang hafal.. Huaaa.. T_T
Apalagi pas saya dtunjukkan video wisudanya.. Keknya adem aja ngeliatnya, anak-anak yang masih kecil itu semangat banget, ngaji ga asal ngaji, panjang pendek benar, mahrojul huruf dan tajwidnya juga benar. Huaaa merinding banget, makin nangis dipojokaan..

~~~

Lalu kemaren saya liqo, tiba-tiba muncul seorang nenek-nenek yang baru join liqo. Nenek ini tinggal di rumah anaknya di depan rumah guru ngaji saya.
Awal mulanya setiap liqo, anak2 suka membawa kendaraan, dan dia complain karena parkir di depan ruamhnya (padahal ga didepan pagernya juga si). Tapi MR saya ya udah minta maaf, akhirnya minggu berikutnya, si nenek malah join liqo. Saya jadi inget cerita Rasul yang diberi kotoran setiap harinya oleh tetangganya, di lempari batu namun ketika sang tetangga sakit, orang pertama yang menengoknya adalah Rasul bukan sohib karibnya yang ikut menghina Rasul. Akhirnya tetangganya itu terenyuuh dan masuk Islam.
Si nenek ini juga semangat banget belajarnya, semangat mulai dari konsumsi, menyediakan tempat, belajar dan mengajii.. Padahal umurnya udah 60 tahun loch tapi masih suger buger.. Ma shaa Allah..

~~~

Terus temen liqo yang sudah menikah dan punya anak 2, setor hafalan ke MR saya.. Huaaa saya rasanya makin ketampar, keknya saya kebanyakan mengkhawatirkan urusan duniawi. Logikanya orang yang udah berkeluarga dan mempunyai anak2 balita itu rempongnya luar biasa, tapi ternyata bisaaaa… harusnya saya lebih bisa dong.. jadi bukan masalah waktu yang suka dijadikan excuse. itu hanya masalah niat.

~~~

Di lain kesempatan juga, di hari kerja, bada magrib saya kursus bahasa Arab, saya bertemu dengan bapak-bapak mungkin sekitar 50 tahun keatas yang semangat sekali belajar. Tiap muhadasah (conversation) maju paling awal, daya serapnya juga oke, ga malu2 kalo salah ya udah namanya juga belajar.. Ma shaa Allah..

~~~

Lalu beberapa hari kemaren mendengar kabar korban kecelakaan yang meninggal lift di Arcadia Nestle adalah temannya teman kantor saya, yang meninggal masih muda di kepala 2. Kalau Allah mau ambil nyawa kita, emang bisa dinego, Ya Allah 5 menit dulu ya saya mau ijin ke ortu, saya mau tobat dulu dll..

~~~

Banyak banget kejadian2 akhir2 ini yang menampar saya, yang membuat pertanyaan besar di otak saya. Sudah seberapa berkualitas hidup kita? Pertanyaan itupun terbesit ketika saya menonton The Hunger games, Mocking Jay, pas nonton saya berpikir bagaimana mereka bertahan hidup, bagaimana menyelamatkan hidup orang banyak.. Terus pikiran saya langsung melayang kepada saudara2 kita di Palestine yang hidup di bom lah, anak2 dan wanita2 yang tidak bersalah di bunuh, dibantai, dibakar hidup2 tapi kualitas hidup mereka malah ma shaa Allah banget.. Malu saya rasanya.. Di Palestine banyak mencetak hafidz/ah di usia yang sangat belia, disana banyak sekali orang2 yang menikah muda (tanpa mikir babibu, padahal ditengah peperangan), tujuannya agar dapat menghasilkan generasi2 penerus. Disana juga mainset-nya juga udah beda, udah ga mikir duniawi, mereka ga takut mati, mikir kalau mati ya in shaa Allah mati sahiiiddd, karena sedang berjuang di jalan Allah.

~~~

Postingan ini tidak bermaksud untuk riya dll, hanya saja untuk tamparan saya dan penyemangat buat saya, barangkali juga bisa menyemangati orang lain. Untuk terus memperbaiki kualitas hidup.. semua ga ada yang instan.. Pelan-pelan.. in shaa Allah dimulai dari menghafal juz 30 minimal biar surat-surat buat sholat lebih variatif. Tidak hanya menghafal tapi juga mentadaburinya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.. Bismillah..

Dua is Not Amazon.com

Suka banget sama postingan ini yang diambil dari sini.. Keep khusnudzon.. Fighting!! ^^ judulnya.. Dua is Not Amazon.com

Ceramah yang menarik dari Ustadz Nouman Ali Khan mengenai surat Al Baqarah:186.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Video ini sebenarnya potongan dari ceramah “Ramadhan, a gift from Muslim”. Pas bahas Al Baqarah:186 itu NAK membahas dari sisi bahasanya dan urutan katanya, tapi di video di atas ini bagian itu ga ada.

Ayat ini diawali dengan perkataan Allah pada Rasulullah SAW, “ketika hamba2Ku bertanya padamu tentang Aku, maka Aku dekat”. Susunan kalimat ini berbeda dengan kalimat2 serupa, misalnya “dan mereka bertanya tentang anak yatim, katakanlah…” atau “dan mereka bertanya tentang khamr dan judi, katakanlah…”. Jadi hambaNya bertanya melalui Rasulullah, dan Allah pun menjawab melalui Rasulullah dengan bilang, “qul” atau “katakanlah”. Tapi di Al Baqarah: 186 ini ga ada kata “qul”, jadi Allah seperti menjawab sendiri, “maka sesungguhnya Aku dekat”.

Bukan hanya dekat, tapi juga mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon padaNya. Urutan kata di sini juga menunjukkan betapa bersemangatnya Allah mengabulkan permohonan. Jadi bukan. “apabila ada orang berdo’a maka akan aku kabulkan”, tp disebutkan “mengabulkan permohonan”-nya duluan. Yang menarik di sini Allah menggunakan kata “ujiibu”, yang artinya “immediate response“. Berbeda dengan astajiibu yang artinya “maybe he will respond, atau he will respond over time“. Jadi pas menyebutkan ttg responNya, Allah memakai kata “ujiibu”, pasti dan segera merespon. Barulah saat menyebutkan tentang hambaNya seharusnya merespon juga (memenuhi perintahNya), digunakan kata “fastajibu–dari astajiibu”. Jadi ibaratnya, kamu mungkin gak bisa respon segera, tapi setidaknya respon/penuhi perintah.

Tapi gimana cara Allah merespon? Allah merespon dengan caraNya, dengan timing-Nya. Gak sama dengan kita pesan barang di Amazon dot com, kita pesan lalu beberapa hari kemudian barang datang. Kita bukan customer-Nya Allah. Kadang kita lupa, bahwa Dia di posisi tertinggi, sedangkan kita di posisi terendah: hamba. Allah memberi kesempatan untuk berdo’a padaNya, dengan jalur komunikasi yang dedicated hanya untuk kita denganNya, untuk mendengar dan mengabulkan setiap permintaan kita, tapi dengan caraNya sendiri, yang kadang kita emang gak paham. Jadi ketika berdo’a “Ya Allah, sekeluarnya saya dari ruangan ini, tolonglah itu mobil saya di parkiran, kijang kotak, tolong ubah jadi BMW keluaran terbaru”. Dan ketika nyampe parkiran ternyata mobil ga berubah, kita protes, why God?

Banyak orang kehilangan kepercayaannya karena “lelah” berdo’a, karena merasa do’anya nggak dikabulkan. Mungkin kita gak ngeliat langsung hasil dari do’a2 kita, tapi kita harus percaya “tangan2″ Allah sedang bekerja. Allah mengabulkan do’a dengan caraNya. Dan kita harus percaya bahwa caraNya jauh lebih baik dari cara kita, atau yang kita inginkan. Dan meskipun do’a belum menampakkan hasilnya di depan hidung kita, yakinlah setidaknya ada hal2 yang pasti kita dapatkan setiap kali berdo’a: kepercayaan kita yang bertambah padaNya, rasa tenang dalam hati, dan petunjuk–seperti di akhir ayat 2:186: لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (supaya kamu mendapat petunjuk).

-HS-