Tayammum

Assalamu’alaykum wr wb

Yah.. Kemaren saya manasik, salah satu materinya adalah tayammum. Nah dibanding catetannnya saya keep sendiri lebih baik saya tulis di blog ya dan di tambahkan dari sini

Semoga bermanfaat. 🙂

1. Pengertian tayammun

Kata تَيَمَّمُوا

dalam ayat  (as-Suyuthy & al-Mahali, al-Jalalain, al-Baqarah: 267)  artinya bersengaja, bermaksud, atau bertujuan.
Sedangkan secara istilah syari’at, tayammum adalah tata cara bersuci dari hadats dengan mengusap wajah dan tangan, menggunakan sho’id yang bersih.

2. Keadaan yang  Dapat Menyebabkan Seseorang Bersuci dengan Tayammum
a
. Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah menyebutkan beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayammum.
– Jika tidak ada air baik dalam keadaan safar/dalam perjalanan ataupun tidak[15].
– Terdapat air (dalam jumlah terbatas pent.) bersamaan dengan adanya kebutuhan lain yang memerlukan air tersebut semisal untuk minum dan memasak.
– Adanya kekhawatiran jika bersuci dengan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit.
– Ketidakmapuan menggunakan air untuk berwudhu dikarenakan sakit dan tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu dan tidak adanya orang yang mampu membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habisnya waktu sholat.
– Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.
b. Jadi dengan kata lain tayammum adalah pengganti wudhu
c. 1 kali tayammum untuk 1 kali sholat wajib

Continue reading “Tayammum”

Advertisements

Nikmat Yang Terlupakan

Saya suka bertemu dengan banyak orang, berbincang, mendengarkan kisah hidup mereka. Karena dengan berbicara, brainstorming saya mendapatkan pelajaran tanpa harus mengalaminya sendiri. Hal yang sama seperti yang pernah dilontarkan kepala divisi saya di ForumDoaPagi.

Baiklah, here we go..  Saya akan mulai bercerita..

Disclaimer : tidak bermaksud apa-apa (riya red) hanya sharing baik dari interview langsung, baca buku, atau pengalaman pribadi, agar kita dapat mengambil ibrohnya. Nikmat-nikmat yang sering kita lupakan.

Pertama, Kebebasan Menggunakan Hijab.

hijab-demo-17jan04-741

gambar dari sini

Peristiwa ini terjadi ketika saya sedang itikaf 10 malam terakhir di BI tahun ini. Itikaf merupakan agenda tahunan sejak kuliah bersama teman-teman dekat saya. Beberapa dari mereka sudah pada pulkam dan alasan lain sih pengen lebih konsen aja mengurangi hahahihi, jadilah saya nekad itikaf sendiri dengan membawa baju untuk beberapa hari kedalam ransel. Karena sendiri mau gak mau harus menyesuaikan diri, setidaknya kenalan basa-basi tetangga kiri kanan, biar kalo mau keluar bentar bisa nitip ‘lapak’. Hehe..

Setelah mandi pagi, di blakang ‘lapak’ saya ada seorang wanita dan ketiga anaknya. Beliau terlihat masih sangat muda untuk ukuran ibu-ibu yang sudah mempunyai 4 orang anak, yang mana anak sulungnya sudah duduk di bangku SMU. Wanita itu tersenyum kepada saya dan ia pun memulai pembicaraan. Pertanyaan standar yang kami lontarkan mulai dari darimana, tinggal dimana, kuliah dimana, kerja dimana, orang mana, dan keluarga. Ibu ini memang ramah, mudah cair dengan orang sehingga pembicaraan pun mengalir begitu saja.. Pembicaraan yang begitu berkesan adalah ketika beliau bercerita tentang bagaimana perjuangannya menggunakan hijab saat itu. Topik ini muncul karena beliau melihat jaman sekarang dengan mudahnya muslimah membeli hijab dan baju muslim bahkan dengan segala model.

Continue reading “Nikmat Yang Terlupakan”

Terus Terang Tak Selalu Terang Terus

Bismillahirrahmanirrahim…

Tulisan ini diambil dari Notes di FB saya yang di publish pada tanggal 26 January 2010.. Semoga bermanfaat untuk saudara/i ku..

MARI_J~1

Benar, bahwa keterusterangan atau keterbukaan (self disclosure) adalah modal penting dalam membangun hubungan antarpersonal. Setidaknya itulah kesimpulan para teorisi psikologi maupun komunikasi. Jika seseorang membuka diri, teman komunikasinya pun akan melakukan hal yang sama. Semakin terbuka, semakin hangat dan akrab. Tapi ceritanya menjadi lain jika keterbukaan ini keblabasan. Jika keterusterangan berarti membuka segalanya, bahkan termasuk aib sekalipun.

Ada gejala salah kaprah dalam memaknai keterusterangan, setidaknya bagi sebagian orang. ‘Terus terang’ dimaknai menceritakan apa saja yang dilakukan atau dirasakannya pada orang-orang tertentu. Bahkan ada perasaan mulia untuk melakukannya, terutama terhadap pasangannya. Alkisah, sepasang suami istri membuat komitmen bersama untuk jujur, menceritakan segala tindakan yang pernah dilakukan meski itu sebuah keburukan, termasuk masa lalu sebelum mereka menikah, awalnya mereka membanggakan tradsi itu “kami adalah pasangan paling fair di dunia ini”. Anehnya, seiring dengan berjalannya waktu, hubungan mereka bukannya tambah hangat, tetapi sebaliknya. Deretan aib yang mereka lakukan dan yang mereka beberkan satu sama lain pada akhirnya menjadi ganjalan hubungan itu.

Continue reading “Terus Terang Tak Selalu Terang Terus”