Uncategorized

Doa Istimewa Nabi Musa

Assalamu’alaykum wr wb..

Kali ini saya mau berbagi tentang kajian yang saya ikuti di Al Azhar, 19 Feb 2016 kemarin yang diisi oleh Sheikh Abdullah Hakeem, seorang instruktur dari AlKauthar Institute https://www.alkauthar.org/ yang lahir di Fiji yang menetap di Australia. Beliau menyampaikan kajian ini dengan ciamiik dengan bahasa Inggris yang mudah di pahami, brasa nonton video di youtube tapi tetep ngena di hatiii #caileee.. Karna saya emang sok sibuk orangnya hahaha, jadi baru sempat saya share sekarang.. Semoga bermanfaat ya.. 🙂

Tema kajian ini adalah “The Love Wisdom from Prophet Musa’s Marriage”

Kisah nabi Musa AS adalah salah satu kisah unik sarat makna dengan berbagai gelombang kehidupan yang kompleks. Di lahirkan ketika terjadi huru-hura di negeri mesir yang mana saat itu Fir’aun yang berkuasa memerintahkan bala pasukannya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Nabi Musa AS  selamat dari petaka itu, ia dihanyutkan kesungai nil oleh ibunya, menariknya peti dimana bayi Musa di taroh mengarah ke istana fir’aun, peti tersebut menjadi daya tarik bagi istri fir’aun setelah dia tahu ternyata ada bayi lucu mungil didalamnya istri fir’aunpun minta izin kepada sang raja untuk merawat serta membesarkan bayi musa.

Ya, singkat cerita bayi musa tumbuh dan dewasa di istana fir’aun, hingga suatu waktu ketika dia beranjak dewasa ia membunuh laki-laki mesir (dari golongan fir’aun) yang berkelahi dengan golongannya (bani israil) secara tidak sengaja. Setelah peristiwa pembunuhan tersebut tersiarlah gelagat tidak baik dari pihak istana yang mempunyai niat buruk kepada Musa hingga akhirnya dia keluar dari mesir untuk menyelamatkan diri.

Dari sinilah awal kisah cinta nabi Musa AS, perjalanan panjangnya dari kota mesir (dengan bimbingan Allah tentunya) membawa jejak langkahnya kesebuah negeri, madyan namanya. Di tengah perjalanan beliau menjumpai dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka tidak mampu melakukannya. Kemudian dibantu Musa.

Di saat itulah, Musa merasa sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Tapi tiada lagi tempat mengadu, tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di saat itulah, Musa merasa sangat butuh pertolongan Tuhannya. Di bawah teduh pepohonan, beliau berdoa,

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Gayung pun bersambut, seusai doa Allah hilangkan keresahan Musa, setahap demi setahap. Datanglah salah satu diantara wanita yang ditolong Musa, menawarkan kepada Musa agar mampir ke rumahnya. Menemui ayah sang gadis. Ternyata kedua anak gadis tersebut adalah putri dari nabi Syuaib AS.

Kebaikan nabi Musa AS membuat ayah dari kedua gadis tersebut tertarik untuk mengenal nabi Musa AS lebih dekat,

“wahai ayahku, berilah dia upah. Sesungguhnya engkau akan memberikan upah kepada seorang yang kuat dan jujur” ujar putri nabi Syuaib.

Si ayah bertanya kepadanya :

“bagaimana engkau mengetahui dia seorang lelaki yang kuat”

Anak gadisnya menjawab

“Saya lihat sendiri ia mengangkat batu yang tidak mampu diangkat oleh sepuluh orang lelaki”

Si ayah bertanya lagi :

“Bagaimana engkau mengetahui bahwa dia seorang yang jujur”

Perempuan itu menjawab :

“Ia menolak untuk berjalan di belakangku dan ia berjalan di depanku sehingga ia tidak melihatku saat aku berjalan. Dan selama perjalanan saat aku berbincang-bincang dengannya, dia selalu menundukkan matanya ke tanah sebagai rasa malu dan adab yang baik darinya

* Jika jalan berbelok Nabi Musa memberi tanda kepada gadis itu dengan melemparkan ranting, sama sekali tidak menoleh ke belakang sedikitpun.

Kemudian orang tua itu memandangi Nabi Musa as dan berkata kepadanya :

“Wahai Musa, aku ingin menikahkanmu dengan salah satu putriku. Dengan syarat, hendaklah engkau bekerja menggembala kambing bersamaku selama delapan tahun. Seandainya engkau menyempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah kemurahan darimu. Aku tidak ingin menyusahkanmu, sungguh insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang saleh”

Nabi Musa as kemudian berkata  :

“Ini adalah kesepakatan antara aku dan engkau dan Allah SWT sebagai saksi atas kesepakatan kita, baik aku akan melaksanakan pekerjaan selama delapan tahun maupun sepuluh tahun.  Setelah itu, aku bebas untuk pergi ke mana saja”

Akhirnya menikahlah nabi Musa AS dengan putri Nabi Syuaib AS, ada hikmah berharga yang bisa kita petik dari kisah ini yaitu siapapun jodoh kita, dimanapun jodoh kita maka itu adalah cerminan diri kita. Dikisah diatas kita melihat bagaimana nabi Musa AS adalah seorang laki-laki yang baik budinya dan mulia akhlaknya, bagaimana ia menjaga diri dengan menundukkan pandangannya terhadap wanita hingga pada akhirnya Allah pertemukan juga dengan wanita baik-baik putri Nabi Syuaib AS.

Selain itu, Nabi Musa memperlihatkan sikap menghargai mertuanya dengan bekerja 10 tahun padahal Nabi Syuaib hanya menawarkan 8 tahun. Nabi Musa sangat RESPECT kepada mertuanya, karena sudah mempercayai dirinya, memberikan anak gadisnya kepada beliau, laki-laki yang tidak mempunyai apa2 saat itu kecuali akhlak yang baik.

 

~~~

Dari cerita diatas, ibroh yang dapat dipetik adalah ketika Nabi Musa merasa berada di titik nol, keluar dari istana yang tadinya dia bisa mendapatkan apapun, berkebalikan 180 derajat, beliau tidak punya sepeser uangpun, bahkan kelaparan, tidak punya sanak family dan penuh dengan ketakutan, beliau pasrah kepada Allah. Nabi Musa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang bisa membantu selain Allah, disaat Nabi Musa yang seharusnya dibantu, namun beliau malah membantu orang lain dan Allah mengabulkan jawaban dari doa-doanya secara bertubi2 dari arah yang tidak disangka-sangka. Coba kalo kita berada di posisi Nabi Musa yang ditimpa kemalangan.. Duuh gw aja lagi susah mau bantu oraaang..

  • Allah berikan jaminan keamanan kepada Musa, dengan Allah kumpulkan beliau bersama orang soleh (ayah si gadis).
  • Si ayah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya.
  • Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan.

Kemenangan dan keberhasilan bertubi-tubi Allah berikan kepada Musa. Yang semua itu dimulai setelah dia berdoa dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah menurunkan banyak kebaikan untuknya.

Seperti itulah diantara adab dalam berdoa. Berdoa dan memohon kepada Allah, di saat kita merasa sangat membutuhkan pertolongan Allah, menjadikan doa mustajab. Karena kita merasa sangat dekat dengan Allah. Sehingga doa yang dilantunkan menjadi sangat berkualitas.

Berbeda dengan doa yang sifatnya rutinitas. Membaca teks Arab, namun tidak diiringi kehadiran hati. Hanya sebatas di lisan, tanpa ada perasaan butuh kepada Allah. Kondisi ini menjadikan doa kita tidak mustajab. Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 dan dihasankan oleh al-Albani).

 

Sumber : darisini dan darisini dengan sedikit editing dan penambahan sesuai dengan isi kajian.

Advertisements

9 thoughts on “Doa Istimewa Nabi Musa

  1. Bagus banget kisahnya. jadi ingat ayat2 kisah Nabi Musa dan jadi sedih karena udah jarang baca terjemahan. Sering2 bulis beginian Diana, seru, asik dan nambah ilmu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s