Review : Bulan Terbelah di Langit Amerika

Assalamu’alaykum wr wb

Kemarin malam (15/12), film karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra diputar Gala Premier di Epicentrum XXI. Dan Alhamdulillah saya berkesempatan mendapatkan tiket gratis nonton disana, berkat undangan dari IHB. Agak terharu gimana gitu saya bisa nonton premier. Hihihi.. Maklum ini kali pertama saya nontonΒ  sama artis-artis, wartawan sampai petinggi negara kayak ayahanda Mbak Hanum, Bapak Anies Baswedan, Arkana, Mentri luar negeri, dll. *maafyanorak πŸ˜€

2015-12-16 03.28.51 1.jpg

2015-12-16 03.30.29 1.jpg

IMG-20151215-WA0017-1

Apa yang ada di benak anda mendengar Bulan terbelah di langit Amerika? Hmm.. Saya pikir film ini adalah film religi-traveling biasa seperti karya hanum sebelumnya. Saya sudah membaca 2 buku hanum sebelumnya yaitu 99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya, serta sudah menonton filmnya. Seperti biasa novel di filmkan, pasti ga semuanya bisa tertuang ya. Teuteup ya saya suka bukunya.. πŸ™‚

Berbeda untuk BTDLA, saya belum pernah membaca novelnya bahkan sinopsisnya sekalipun. Saya memberikan nilai 8/10 ya untuk film ini dan setelah nonton filmnya, saya malah pengen baca novelnya, karna pasti ada hal-hal menarik yang mungkin tidak bisa tersampaikan di film πŸ™‚

Film ini diadaptasi dari novel fiksi tapi dikemas seperti perjalanan pribadi sang penulis. Jadi rasanya seperti kisah nyataa. Secara garis besar film ini adalah menjawab tentang stereotype negative tentang Islamphobia yang beredar di masyarakat dunia.

Film ini ingin membukakan mata kepada semua orang bahwa Islam bukan teroris, islam justru adalah agamanya yang Rahmatan Lil Alamin dengan mengangkat kisah salah satu seorang muslim yang bernama Ibrahim Hussein, seorang suami dari Azima Hussein dan ayah dari 1 orang anak yang bernama Sarah, yang dituduh sebagai pelaku pengeboman WTC 11 Sept 2011 lalu.

Delapan tahun berlalu, keluarga yang ditinggalan hidup dalam ketakutan, caci maki, diasingkan, sampai hampir lose hope kepada Allah. Islam yang merupakan agama yang mereka percayai malah membawa mereka kegelapan hidup. Sarah putus sekolah, Azima mengganti nama menjadi Julia Collins, membuka hijabnya dan hidup terasingkan oleh lingkungan sekitar. Sampai akhirnya, Hanum sebagai reporter ditugaskan oleh atasannnya untuk membuat artikel besar dengan tema, “Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?”. Di saat yang bersamaan Rangga, suami Hanum juga ditugaskan untuk mewawancarai Philippus Brown, sebagai persyaratan untuk S3. Philippus Brown adalah seorang milyader Amerika yang awalnya menggunakan segala cara untuk untuuk mendapatkan bisinisnya namun berubah 180 derajat setelah kejadian pengoboman, ia sangat perduli terhadap anak-anak muslim.

Adakah benang merahnya? Hanum dan Rangga? Tentu ada.. Sama-sama bertugas di negeri antah berantah, menjalankan tugas yang berbeda namun secara tidak langsung bersinergi dan memecahkan teka teki yang selama ini tidak terkuak, terkubur dalam-dalam dan mengubah pandangan masyarkat dunia tentang Islam. Really Good Job πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚Β  Walaupun ada beberapa point yang agak mengganjal saya, namun tidak akan saya bahas disini ya hehe..

~~~

Point-point yang saya tangkap dari film ini :

Satu. Kalau ngomongin karya mbak Hanum (novel) pasti udah tau khan di novelnya pasti diselip2in sejarah yang bikin saya kepo dan pengen mengexplore lebih jauh. Contohnya aja pas diceritakan mengapa patung Nabi Muhammad ada di Mahkamah Agung Amerika Serikat yang mengakui bahwa Muhammad sebagai patrot keadilannya. Nah khan, saya jadi kepo pengen baca novelnya hehehe..

Dua. Ya karena emang film religi, tapi bisa ditonton untuk semua kalangan, ya pasti kental dengan pesan Islamnya yah.. Mungkin udah dibahas diatas, karena emang ini adalah inti film yang mau disampaikan. Tentang Islam bukan teroris, tentang umat Islam yang harus bangga dengan identitasnya, bukan cuma Islam KTP tapi harus menjadi agen muslim yang baik. Dengan menebar kebaikan kepada semua orang..

Tiga. Saya juga suka dengan konfilik2 yang disajikan di film ini, terlihat sangat real sekali dan mungkin biasa terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Seperti hidup bermasyarakat dengan tetangga. Suka Azima yang tidak berhenti berbuat baik walaupun berkali-kali mendapat penolakan yang cukup frontal dan bikin hati tersayat2 dari tetangganya yang benci dengan muslim karena anaknya adalah salah satu korban tragedi WTC.

Empat. Selain visualnya yang cukup bagus, kekuatan film ini juga ada di quote2nya yang bikin nge #jleeb haha.. Awas jangan baper yaa.. hihihi.. Tentang konflik rumah tangga, komunikasi dan ego suami istri. Saat pertengkaran, bagaimana kedua pihak harus meredam emosi. Hanum sebagai istri yang sadar harus manut sama suami dan Rangga yang harus bertanggung jawab dengan istrinya. Nah penting banget khan menjalin komunikasi dan saling ngertiin kalo dah berkeluarga.. Kalo ga bakalan perang dunia muluuk.. πŸ˜€
Jadi inget quotenya Azima buat Hanum pas lagi brantem besar sama Rangga intinya gini.. “Kita akan tahu seberapa tulus seseorang mencintai kita, pada saat kita sudah tidak bersama/kehilangan orang tersebut” yang bikin Hanum mikir dan menghilangkan semua ego dan minta maaf. Di lain pihak, Rangga yang merasa bersalah karena meninggalkan Hanum di keremunan pendemo. Akhirnya mereka bertemu danΒ  saling minta maaf.. Ah co cwiiit..Β  πŸ˜€

Lima. Tentang kisah percintaan teman Rangga, Stefan yang takut untuk berkomitmen. Mereka melakukan pergaulan bebas, dan tinggal serumah sebelum menikah. Saya pikir orang seperti itu, tidak membutuhkan komitmen, asal sama-sama senang, jalani saja. Tapi ternyata Jasmine juga manusia, wanita, makhluk yang butuh kepastian. Lelah juga kali terjebak di hubungan yang tidak pasti, abu-abu. Akhirnya Jasmine mengambil sikap dengan meninggalkan Stefan.

Enam. Tentang toleransi dalam beragama, bahwa sebenarnya semua agama adalah mengajarkan kebaikan hanya manusia nya saja yang menjadikannya terkotak-kotak dan saling bermusuhan karena harta dan kekuasaan. Contohnya, pas di jalan hanum bertemu dengan biarawati di jalan, biarawati tersebut menjaga hanum ketika ingin diganggu oleh sekelompok lelaki tidak dikenal.

Oke akhir kata..

Dunia tanpa islam adalah dunia tanpa kedamaian. .
Islam tanpa amalan adalah kehampaan.
Amalan tanpa iman adalah kegelapan.
Begitulah islam… islam mendamaikan bagi hambaNya.
Kutipan dari β€œBulan terbelah di langit Amerika “334

Nah, cukup menarik bukaaan?
Film ini akan launcing besok, kamis tgl 17Β  Desember 2015 serentak di Indonesia. Dan diputar di Malaysia bulan Januari.Β  Jangan lupa tonton besok yaaa.. In shaa Allah ga akaan nyesel πŸ˜€

PS: Sekali lagi terima kasih untuk IHB untuk undangannya πŸ™‚ Ditunggu event2 berikutnya.. πŸ™‚

Screenshot_2015-12-16-10-42-12-1

Screenshot_2015-12-16-10-41-56-1

Advertisements

10 thoughts on “Review : Bulan Terbelah di Langit Amerika

    • Sama2 mbaaakk anggi.. Salam kenal juga 😊😊😊
      Aku duduk disamping mbak nita loch padahal.. deket kita tapi ya lagi nonton hehe..

      Sippo see u mbak πŸ˜‰ Kabar2i ya for next event

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s