Qurrota A’yun

Assalamu’alaykum wr wb man temans 🙂

Daripada liat-liat sosmed yang isinya nanti bikin penyakit hati hahaha lebih baik kita cari artikel yang bikin hati adem. Jadi inget deh pernah ngetweet ini, dan pengen di repost di blog. Nah ini salah satu dari doa fav saya adalah QS. 25: 74. Kebetulan nemu artikel ini dari Tumblr (tidak resmi) dari Ustadz Nouman Ali

~~~

Qurrota A’yun – coolness of the eyes

Ceramah Ustadz Nouman kali ini tentang salah satu do’a favorit beliau dalam Qur’an surat QS Al-Furqon:74.

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا‏

Our Lord! Bestow on us from our spouses and our offspring who will be the comfort (Literally: the coolness) of our eyes, and make us leaders for the righteous

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (penyenang hati) (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa””.

Kirain, penyejuk mata itu literally bermakna kesejukan mata yang timbul karena keindahan pemandangan. Jadi inget juga kalo ada ikhwan yg menyebut akhwat cantik sebagai qurrota a’yun 😀 Padahal maknanya jauh dari itu.. Lebih dalam, lebih luas, lebih indah! Gak ada hubungannya dengan kecantikan atau ketampanan. Sesuai dengan janji Allah yang tidak menilai kita dari tampang/fisik melainkan dari ketakwaan, qurrota a’yun juga berkaitan dengan itu. Kita gak bisa milih dilahirkan dengan fisik seperti apa, tapi kita bisa memilih untuk bertakwa. Betapa adilnya 🙂

Bangsa Arab memiliki 2 ungkapan untuk mengekspresikan 2 kondisi yang bertolak belakang: “the eyes become warm” dan “the eyes become cool”. “The eyes become warm” digunakan untuk mengekspresikan kesedihan, depresi, kemuraman. Sedangkan “the eyes become cool” digunakan untuk menunjukkan kebahagiaan, ketenangan, kesenangan.

Contohnya, ketika di bandara ada seorang ibu yang melepas kepergian anaknya untuk berangkat ke suatu tempat yang jauh. Ibu ini menangis sedih karena akan kehilangan anaknya (meskipun untuk sementara). Untuk ibu ini, kondisinya adalah “Her eyes become warm”. Di tempat yang sama, ada ibu yang menyambut kepulangan anaknya dari tempat yang jauh. Ia menangis bahagia karena setelah sekian lama berpisah, akhirnya bisa bertemu kembali. Untuk ibu yang satu ini, ungkapan yang pas adalah “Her eyes become cool”. Nah, ungkapan kedua inilah yang menjadi makna dari qurrota a’yun, to express tears of joy, mengekspresikan air mata kebahagian.

Makna lainnya, dilatari dengan cerita dari Arab, di mana orang-orang Arab itu kan suka bepergian di padang pasir. Selama bepergian, gak jarang mereka diserbu badai pasir. Kendaraan yang mereka gunakan saat itu (unta) kan punya bulu mata yang tebal dan bisa melindungi matanya dari pasir meskipun ga menutup mata. Tapi bagi si pengendara yang gak punya keistimewaaan itu, harus berhenti dulu dan berlindung di gua. Saat berlindung di gua dan selamat dari badai itulah dia mengatakan,  “my eyes have finally become cool,qurrata ‘ainayya”.

Jadi dari do’a dalam QS Al-Furqon:74 ini kita diajari untuk berdo’a, agar menemukan qurrota a’yun di dalam keluarga kita, di dalam diri pasangan dan anak2 –yang dimaksud dengan keturunan di sini bukan hanya keturunan langsung (anak), tapi juga keturunan yang seterusnya (cucu, cicit, dll)–. Harusnya ada ketenangan (sakinah), kebahagiaan, dan kedamaian yang bisa kita temukan dalam keluarga.

Dari manakah ketenangan itu berasal? Apakah dari kecantikan/ketampanan, kekayaan, ketenaran? Tidak! Ketenangan itu lahir dari ketakwaan. Ada suami/istri yang patuh pada Allah, anak2 yang rajin beribadah, hubungan antar anggota keluarga yang baik dan harmonis, anggota keluarga yang sholih dan baik2. Semuanya terjadi karena menuruti aturan Allah. Keluarga di rumah seharusnya menjadi tempat pulang yang menyenangkan dan menenangkan setelah seharian bekerja atau menghadapi ‘badai’ di luar rumah.

Satu poin penting lagi, kenapa kita harus berdo’a supaya keturunan kita jadi qurrota a’yun, jadi orang yang membuat kita tentram tenang dan bahagia karena kesolehannya, adalah karena kita juga bertanggung jawab untuk membuat itu terjadi. Kalo kitanya ngaco, nantinya mendidik anak dengan ngaco, anak kita mendidik anaknya lebih ngaco lagi, kitalah yang nanti akan ditanya, ini kenapa anak2 dan cucu2 kamu jadi pada ngaco begini?

Masya Allah.. Islam mengajarkan kita untuk menghargai sebuah institusi bernama keluarga. Sebuah institusi di mana pribadi Muslim yang baik mulai dibentuk untuk kemudian meluaskan kebaikan yang didapatnya di rumah kepada masyarakat. Dari keluarga2 yang baik, insya Allah akan terbangun masyarakat dan negara yang baik.

Terakhir… tau gak lanjutan ayat ini di QS Al-Furqon apa?

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya” (QS Al-Furqon:75)

Allah Maha Baik 🙂

-HS-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s