Assalamualaikum Beijing

Alhamdulillah.. Itu kata pertama yang pertama kali saya ucapkan. Pastinya kita harus sering2 bersyukur dalam setiap detik hembusan nafas kita bukan. Alhamdulilah akhirnya 2014 terlewati juga.. Tentunya banyak sekali peristiwa yang terjadi. In shaa Allah everything happen for a reason. Just remember that actions have consequences, nothing really comes free 🙂

Sekarang saya mau crita nih.. Bukan crita si.. Lebih tepatnya mau merangkum lalu memetik point-point dari novel setebal 360 halaman, yang baru saja saya selesaikan hari ini, dalam waktu kurang dari 1×24 jam.. hehe.. Kebetulan filmnya lagi tayang di layar lebar yaitu “Assalamualaikum Bejing” yang diangkat dari novel best seller Asma Nadia..  Saya si belum nonton filmnya..  Tapi mau mebedah bukunya. Silahkan kencangkan sabuk pengaman anda karena postingan ini lumayan panjang, namaanya juga intisari dari 360 halaman 😀

So here we go…  *sambilDengerinLaguDidoWhiteFlag..

Novel ini adalah novel yang ber-genre romance dengan alur maju.. Sedih si.. tapi ga sesedih novel2 yang saya baca sebelumnya, Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin karya TereLiye atau Dibawah lindungan kabah karya Buya Hamka, karena berakahir happy ending.. Horeeeee.. Yang sedih2 reviewnya blakangan ya.. Itupun kalo ga males haha.. Soale kalo inget2 tuh sakitnya tuh disiniiiiiiii 😀

Eh barusan masih mukadimah ya.. Sabar ya pemirsah.. Oke, kembali ke laptop.. Alkisah ada seorang pria dan wanita yang memadu kasih.. Wanita itu bernama asma dan lelaki itu bernama Dewa.. Namun Dewa bersikeras memanggil asma dengan sebutan Ra.. Yang kalau disambung jadi Asmara.. *nyengirlebar*

Mereka memadu kasih sudah 4 tahun sejak kuliah dan setelah bekerja akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Semua persiapan sudah nyaris sempurna, gedung, catering semua sudah di booking bahkan undangan sudah di cetak dan siap untuk diedarkan. Namun apa yang terjadi. Dewa terlibat one-night-stand dengan teman kantornya yang bernama Anita secara tidak sengaja.. Padahal cinta Dewa hanya untuk ra seorang, namun karena suasana yang mendukung dan berdua-dua ketiganya setan, Dewa pun khilaf.. Anita memang sengaja menciptakan suasana seperti itu supaya Dewa tertarik padanya, tapi hasilnya nol besar.. Anita memang sejak dulu sudah menyukai Dewa.. Dia terobsesi untuk menaklukkan Dewa yang dingiin..

Anita di gambarkan dengan sosok wanita sempurna, paling cantik di kantornya.. Berpendidikan, keluarga berada, cantik tinggi putih, berhidung mancung, siapa yang akan menolak Anita kecuali Dewa. Bukankan lelaki adalah makhluk visual? Namun Dewa berbeda.. lelaki ganteng, yang sikapnya yang cuek dan memperlakukan semua orang sama, tidak memandang kasta namun selalu bersikap tulus. Itulah yang membuat Anita penasaran. Sedangkan Ra, hanya wanita mungil yang berparas biasa-biasa saja, tidak jelek tapi juga tidak terlalu cantik.. manis namun ada pesona yang terpancar dari tubuhnya yaitu wanita yang mempunyai prinsip, mandiri dan cerdas. Ia mempunyai prinsip tidak ada kontak fisik dengan lawan jenis sebelum menikah.

Ya begitulah hidup. Manusia hanya bisa berencana tapi Allah-lah yang menentukan.. Semua rencana pernikahan batal, Anita hamil, Dewa harus mempertanggungjawbakan perbutannya dan Ra pergi Beijing karena ada tugas kantor selama 3 hari dengan hati yang hancur berkeping-keping. Dalam perasaan hancur, sepertinya tidak ada lagi lelaki di dunia ini yang dapat ia percaya, baik Dewa lelaki yang selama 4 tahun bersamanya ataupun ayahnya lelaki yang meninggalkan ibunya.. Asma dengan muka lusuh, penuh minyak, setelah seharian menempuh perjalanan pun bertemu seorang lelaki di bis Namanya.. Zhongwen, seorang lelaki China, non muslim. Bisa dibilang Zhongwen love at the first sight padahal ia sangat tidak mempercayainya, menurutnya cinta ada melalui serangkaian proses : perkenalan, adaptasi, kesamaan selera, kebersamaan melewati berbagai ujian yang kesemuanya mensyaratkan tahapan dan waktu.

Pertemuan pertama yang begitu berkesan dan adanya rasa nyaman, Zhongwen bercerita tentang kisah The Legend of Ashima. Di akhir pertemuan, Zhongwen memberikan kartu nama kepada Asma agar ia menghubunginya dan melanjutkan kisah legenda tersebut. Semalaman ia menunggu text ataupun tlp dari Asma, namun tak kunjung datang, karena ternyata kartu nama tersebut terjatuh di bis *duuh ini sinetron bgt ga si hehe. Karena rasa penasaran yang sangat dalam, Zhongwen bertekat untuk mencari Asma dengan mengunjungi tempat-tempat yang sering wisatawan asing kunjungi.

Pucuk dicinta ulam tiba. Akhirnya pertemuan kedua itu terjadi di Niujie, sebuah masjid tertua di Xuanwu Distrik. Karena ada larangan untuk non muslim masuk ke masjid itu, akhirnya Zhongwen mengakui bahwa ia bukan muslim.. Good job. Keberuntungan bertemu kembali dengan Asma, tak boleh dirusak dengan satu ketidakjujuran. Hubungan mereka pun berlanjut sampai ke Asma pulang ke tanah air dengan skype, tlp dan sms.

Sesampainya di tanah air Asma terkena sakit bertubi-tubi, serangan jantung dan stroke, Dewa yang tidak bahagia dengan Anita dan terus memikirkan Ra dan Zhongwen yang terus membanjiri Asma dengan perhatian dan diskusi seputar Islam tanpa mengetahui Asma sedang terkena penyakit APS (Antiphospholipid Syndrome) yang berisiko stroke, kebutaan atau serangan jantung yang mematikan.

Kedekatan Asma dengan Zhongwen semakin akrab sehingga adanya rasa kehilangan ketika Asma kerap kali menghilang. Sudah 9 bulan hubungan ini terjalin namun belum ada satu pun ucapan cinta yang terucap dari mulut Zhongwen hanya sebuah kata rindu. Apakah itu cukup untuk seorang wanita? Tentu tidak, wanita adalah makhluk yang perlu kepastian dan pembuktian, bagaimana mungkin ia mengharapkan hubungan lebih kepada lelaki non muslim dan baru ia temui 2 kali. Perasaan Asma pun kian lama bertumbuh semakin dalam, ia takut patah hati kedua kalinya jika Zhongwen tahu kalau ia sakit-sakitan dan meninggalkannya dan iya mulai merasa tak kuat. Tanpa Zhongwen dan sapa sederhananya setiap hari, bagaimana hidupnya..

Sementara di sisi lain, Dewa semakin gerah dengan kehidupan yang tidak diinginkannya, Anita yang sudah berusaha menjadi ibu dan istri yang baik pun tidak berhasil menarik perhatinnya. Sehingga Anita pun putus asa dan mencoba bunuh diri dengan meminum banyak pil. Namun Allah-lah yang menetukan hidup dan mati seseorang, Anita tidak jadi meninggal dan anaknya pun selamat walapun harus lahir lebih cepat dari HPL. Dewa tetap saja acuh tah acuh, malah menganggap hari kebebasan itu telah tiba. Ia ingin mengceraikan Anita dan kembali kepada Ra.

Tiga bulan sudah Asma menghilang dari Zhongwen, text, email yang tidak pernah dibalas, perasaan takut dihati Zhongwen berkecamuk, kalau saja Asma sedang sibuk menyiapkan persiapan pernikahan. Mungkin Zhongwen terlihat plin plan dan tidak serius di mata gadis dari Indonesia ini. Setahun cukup lama untuk penjajakan dan mungkin terlalu terlambat untuk sebuah kalimat cinta. Namun pengorbanan yang dilakukan Zhongwen sangat-sangat di acungi jempol. Zhongwen semakin mantab untuk memeluk islam dengan resiko dibuang oleh keluarganya. Ia pun memutuskan untuk menikahi Asma. Sebelum bertolak ke Indonesia, ia mengirimkan pesan singkat yang sangat mengejutkan, Lets slowly grow old together.

Kembali ke Indonesia, Zhongwen mengunjungi rumah Asma, Dewa pun kembali datang kepada Asma untuk memberitahukan bahwa ia sudah bebas dari tanggung jawabnya yang selama ini sangat membebaninya. Di saat yang bersamaan Asma mendadak buta dan tidak sadarkan diri.. *lagi2 ini sinetron banget ga si hehe.. tapi pointnya bukan disitu kok hehe..

Akhirnya Zhongwen melamar Asma, sepekan kepulangannya dari rumah sakit mereka menikah dengan sangat sederhana dan khidmat. Namun tepat di hari pernikahannya Asma kembali terkena Stoke kedua. Dan terbaring  koma selama 2 minggu. Bahkan yang lebih mirisnya, Asma mengalami lupa ingatan baik kepada ibunya, Sekar sahabatnya dan suaminya sendiri. Setiap hari Zhongwen harus mengingatkan Asma bahwa ia adalah suaminya..Kayak film 50 first date.. Kesabaran dan kesungguhan Zhongwen merawat Asma menyentuh dan menumbuhkan kembali perasaan sayang dan cinta yang awalnya ikut hilang bersama memori perempuan mudah itu. Selama 2 tahun ia merawat Asma, ia jungrik balik mencari uang dengan menerima privat bahasa Mandarin di rumahnya, agar lebih mudah mendampingi istrinya yang sakit-sakitan, dan usaha biro perjalanan.

Satu kepercayaan terus menebal semakin mendalami Islam : Allah tidak akan menguji hamba-hamba-Nya di luar kesanggupannya. Dan mereka punya doa sebagai senjata yang memungkinkan kemustahilan. Keyakinan yang telah dan kemudian terbukti berkali-kali. Tahun ketiga pernikahan, Asma mengandung dan dua tahun kemudian anak kedua mereka lahir.

Usia pernikahan mereka memang baru beberapa tahun, terlalu dini untuk menyimpulkan apa yang mereka miliki adalah cinta sejati. Namun begitu banyak yang telah dilalui lelaki itu dalam kurun pendek perkawinan, barangkali lebih dari ujian yang dilalui sebagian besar lelaki dalam pernikahan mereka. Perlahan kekerasan hati Asma terhadap terhadap satu kata cinta luluh. Betapa tidak, dia menghabiskan waktu dengan seseorang lelaki luar biasa. Sosok yang dengan setia mengiringi langkah tertatih istrinya yang tidak sehat, meniatkan sebagian jalan ibadah untuk meraih keridhaan Allah.

~~~

Waaah.. panjang sekali rangkuman novelnya.. Hehe.. Abis kalo ga diceritain detail ga dapet feelnya dan bakal mikir ah crita cinta biasa. Rangkuman diatas campur sari dengan kutipan kata2 di novel ya.. Lalu point apa yang bisa ambil dari novel tersebut, banyak tentunya.

Pertama, Saya suka sekali dengan karakter Asma, wanita cerdas walaupun agak keras kepala, pintar, ceria, licah dan  punya prinsip dalam menjaga batasan hubungan pertemanan antara pria dan wanita. Tentu tidak mudah menerapkan prinsip itu dikehidupan sehari2 ditengah godaan-godaan yang ada dan keinginan orang tua yang ingin anaknya segera menikah walaupun secara implisit. Demikian sempurna cara seorang ibu mengemas warna hati agar anak-anak mereka mantap menapaki masa depan, tanpa terbebani hal-hal lain?

Point yang bagus yang Asma Nadia paparkan di novel tersebut, sikap Asma ketika berusaha move on dari bayang-bayang dewa. Dia tidak sama sekali berkeluh kesah di social media malah menunjukkan sikap tegar seperti tidak terjadi apa-apa. Dan menyibukkan dirinya dan mengalihkan ke kegiatan-kegiatan positive jika kenangan-kenangan masa lalu mulai menghantui.

Kedua, Sekar, sahabat Asma. Diatas memang tidak banyak di ceritakan karena bukan tokoh sentral. Nanti kepanjangan.. Hehe.. Ternyata banyak juga ya orang yang suka pelem korea.. *kalo yang ini saya cari teman hahaha.. Oiya, inget quotenya nih “Dalam Islam nggak ada kamus pedekate tanpa niat menikah” karena Sekar menikah dengan misuanya dengan cara taaruf, dengan lelaki yang tidak ia kenal sebelumnya. Pesan yang ingin disampaikan Mbak Asma bahwa pacaran lama bukan jaminan kesetiaan dan hubungan tersebut melanggeng ke pelaminan. Islam sudah mengatur bagaimana laki-laki dan perempuan berhubungan dengan sederetan batasan-batasan.

Ketiga, Dari kisah Anita dapat kita tarik kesimpulan bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al-Ba`arah: 216)

Kalo kata teman saya dan pengalaman pribadi si, lelaki itu kalo udah suka ya suka dan akan berjuang sekuat tenaga untuk memperjuangkan sesuatu yang mereka inginkan.

Tapi kalo ga suka ya susah bangeeet, ga bisa dipaksain. Berbeda dengan wanita yang masih bisa nrimo asal lelaki tersebut baik. Apalagi tipe kayak Dewa yang cuek dan agak saklek. Kadang saya kasian membayangkan hidup Anita, seolah-oleh menjadi wanita yang sangat tidak berharga, terbuang seperti sampah di mata Dewa padahal di luar sana banyak sekali lelaki yang menginginkan posisi Dewa. Hanya karna obsesi ia mengorbankan kebahagiannya. Kalo kata akang glen mah “memang ku cinta namun tak begini...” #eeaaaaa

Saya jadi membayangkan pengharapan Anita atas perubahan sikap Dewa yang menjadi lebih baik bahkan dapat belajar mencintai-nya dan anaknya, seperti keluarga korban Air Asia yang mengharapkan sanak family-nya masih hidup. Saya tidak membuat ini sebagai olok-olakan loch. Saking kecilnya kemungkinannya. Mungkin ada, tapi jangan terlalu berharap. Hanya miracle dari Allah yang bisa membuatnya terjadi.

Point penting yang saya tangkap si, wanita itu lebih baik dicintai daripada mencintai.. Itu buat saya ya.. wanita yang memang tidak sanggup jika harus memperjuangkan cinta sendiri *halah*. Karena menurut saya, wanita itu menunggu, memberi kode dan yang beraksi ya tetap lelaki. Idealnya sih memang harus saling mencintai dan saling memperjuangkan cintanya. Its takes two to tango. Atau gayung bersambut lah. Tapi tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti itu. Hehe.. Mungkin salah satunya harus berjuang lebih keras dari pasangannya. Jika boleh saya garis bawahi kembali, lebih tepatnya “dicintai seseorang yang (sedikit) ada benih cinta (bukan yang sama sekali tidak ada ketertarikan/rasa suka yaaa)”. Karena cinta itu bisa di pupuk dengan kebersamaan atas dasar komitmen pernikahan #tsaaaah

Keempat, Dewa yang tidak pernah membayangkan dapat hidup bersama orang lain selain Ra. Namun karena nafsu sesaat ia melakukan perbuatan yang merusak semua rencananya. Nila setitik rusak susu sebelanga. Point-nya sudah jelas bukan. Ga perlu dijelaskan panjang lebar hehe.. Intinya cowok model begini kelaut aja sonooo nguras laut.. *frontal *ngomonggampang *padahalkalojadiasmajugasusahmoveonkarnaadekudahcintabang :))

Saya pun jadi inget kisah Cinta Nabi Yusuf yang guanteeeeng tenan dan digoda oleh Zulaika, istri raja Mesir yang cantik jelita. Namun Nabi Yusuf menolaknya dan wanita-wanita Mesir tersebut memotong tangannya sendiri karena tak kuasa melihat ketampanannya.

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. Yusuf :23)

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” (QS. Yusuf : 25)

Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. (QS. Yusuf : 26)

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Yusuf : 27)

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.” (QS. Yusuf : 28)

(Hai) Yusuf: “Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.” (QS. Yusuf : 29)

Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yusuf : 30)

Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf : 31)

Wanita itu berkata: “Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.” (QS. Yusuf : 32)

Intinya Zulaika berbohong kepada suami dan wanita-wanita Mesir dengan menyalahkan Yusuf. Pada akhirnya Yusuf lebih memilih untuk berada di jeruji besi.
Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf : 33)

Kelima, Zhongwen, speechless deh buat tokoh sentral yang satu ini. Love at the first sight sama cewek, yang penampilannya malam itu lagi ga banget. Gimana kalo ketemu Asma pas lagi dandan.. Dianterin ampe hotel kali ya.. haha.. *bcandaPemirsah :)) Sempet sebel dengan sikap dia yang kurang tegas, plintat plintut alias ga jelas dan ga gentle karena menggantungkan perasaan Asma sekian lama selama 1 tahun tanpa kepastian dan kata cinta. Iya iya ga ga dong.. Come on man.. Wanita itu adalah makhluk yang mudah sekali tersentuh hatinya jika kau hujani dengan jutaan perhatian dan kebaikan, walaupun kami berusaha menepis semuanya. Membuat kami bertanya-tanya apakah maksudmu, apakah hanya mempermainkan kami, yang hanya akan menorehkan luka di hati. Lebih baik tidak datang jika hanya untuk menyakiti. Sungguh kami tidak ingin mengembangkan rasa ini jika ternyata hanya sepihak saja.. *busetgwpuitisjugayak *terlalumeresapipemirsah hahaha

Tapi ternyata.. pola pikir wanita dan lelaki itu memang berbeda. Karena Zhongwen merupakan lelaki yang penuh perhitungan dalam bertindak. Kadang memang perlu adanya perpisahan agar mengerti artinya kehilangan. Menurut buku yang saya baca Men are from Mars and Women are from Venus, lelaki perlu menarik diri seperti karet gelang, jika sudah sampai batas maksimal maka ia akan kembali, justru dengan kondisi yang lebih bergairah dari sebelumnya. Mereka perlu berpikir apakah benar perasaannya. Apakah hanya impulsive semata. Mereka perlu meyakinkan perasaan mereka dan menyadari kalo mereka benar-benar mencintai wanita tersebut. Buktinya Zhongwen setelah 3 bulan baru menyadari bahwa perasaan yang ia rasakan bukan hanya rindu biasa tapi cintaaa dan ingin memiliki wanita tersebut dan hidup selamanya walaupun pertemuan mereka hanya 2 kali.. *caileeeh

 Dari sikap Zhongwen, saya percaya dengan pepatah..

If you love something, set it free. If it comes back, its yours. If it does not come back, it was never meant to be..

Whats is truly yours will eventually be yours, and what is not, no matter how hard you try will be never be.. Allah know the best..

Jodoh pasti bertemu..

Dan benar khan ketika karet gelang itu kembali, Zhongwen kembali dengan sikap yang lebih bersemangat. Ia datang ke Indonesia, masuk Islam, meninggalkan keluarganya, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan zona nyaman, dan datang dengan sebuah kepastian untuk menikahi Asma. Ga kayak Rangga yang ga jelas, dateng cuma buat gitu doang.. loh OOT abis hahaha..

Lelaki mana yang kadar ketulusan cintanya tidak diuji, jika tahu wanita yang ingin dinikahinya adalah seorang wanita yang penyakitan, yang belum tentu bisa melayani ia baik secara fisik maupun biologis, yang belum tentu memberikan keturuanan namun tetap maju terus pantang mundur. Lum lagi harus mikir biaya pengobatan Asma yang pasti ga murah. Aaah bagian ini saya sungguh melting.. Walaupun menurut saya agak menjual mimpi, buat ketemu cowok model gini, hare giniiiii.. Seribu satu.. Haha.. Bukan brati tidak mungkin ada ya.. Mungkin, hati saya harus selevel Asma dulu kali ya dan mempunyai kesabaran yang luar biasa ketika ujian bertubi-tubi datang, biar bisa ketemu cowok model gini hehe..*Maaaak.. ga kuat sayaaaaahh kalo jadi Asma 😀

Nah bagian terakhir nih ya yang senang, isi novel itu ga melulu susah dan full of ujian haha.. happy ending.. bahwa yakinlah setelah hujan badai yang lama akan ada pelangi yang indah. Buktinya Asma ingatannya kembali, dan bisa mempunyai 2 orang anak. Oiya di akhir rangkuman, disitu dibilang kalau lama-lama hati Asma luluh juga dan mencintai Zhongwen sepenuh hati. Itu adalah contoh kalo wanita lebih baik dicintai daripada mencintai dan kriteria calon suami itu lebih memikirkan kemauan lelaki tersebut untuk terus belajar agama Islam, sikap dan ketulusan cinta-nya dibanding fisik dan materi (walopun ga muna, pasti ini juga menjadi bahan pertimbangan tapi di prioritas kesekian).. Dan niat menikah untuk meraih keridhaan Allah, in shaa Allah barokah..

~~~

Oiya, akhir kata saya suka novel ini buktinya saya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melahapnya. Saya juga suka cara mbak Asma dalam menyelipkan dakwah2 kecil, sejarah Bejing, siroh di dalam novel tersebut.. Nah buat yang sudah nonton filmnya mungkin bisa meng-compare dengan rangkuman saya tadi.. Monggo komen.. ^^

Advertisements

7 thoughts on “Assalamualaikum Beijing

  1. Mantep ulasannya. Jadi berasa baca sendiri bukunya… Udah lama banget ga baca buku novel apalagi sampai habis. hehe….

    oya, ada yang salah ketik disini: “Lelaki mana yang kadar ketulusan cintanya tidak diuji jika tau wanita yang ingin dinikahinya adalah lelaki yang penyakitan:

  2. Waaah ada miraaaa.. Jadi maluuu.. Hehe.. Makasih2.. Brati gw ada bakat nulis dong miiirrrr..*plisbilangiya* Hahaha..Udah ga sempet ya baca novel, sibuk ngurusin anak pastinya.. 😀

    Iya mir makasih ya koreksinya.. udah di benerin.. ^^

  3. Yuhuuu makasih diana udah bikin review novelnya haha mantappp,, legaa jadi tau kek mana isi cerita novelnya ^^ so ga perlu baca tuh novel lagi haha *mengingat buku2 yang menanti tuk dibaca empunya

    Btw prinsip bgt tuh >> “Dalam islam nggak ada kamus pedekate tanpa niat menikah”

    Happy writing yaa! 🙂

  4. Hihihi.. Masama asaaa… Iya buku gw juga banyak lum dibaca saaaa.. >_< huhuhu..
    Hahaha.. benul benul benul sa *gayaIpinUpin 😀 Ini soal #prinsip hehe..

    Iya asa juga udah aktif ngeblog lagi yaaaaakkk.. Ditunggu review buku2nya yaaaak.. ^__^

  5. Kemarin pas ke toko buku sempet liat buku ini, tapi ga dibeli karemna niatnya ari kampus mo beli buku Rindu nya Tere Liye. Apa daya, tak jadi beli juga karena stok habis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s