tidak ada yang abadi

Saya mau cerita boleh ga?? *basaBasi* Kalo ga boleh juga saya tetep crita siiiii  *bawaGolok|maksa*, wong lapak2 saya.. *ngajakRibut|pletak* Wuahahaha.. Bcanda pemirsah maklum empunya lagi error haha..
Kembali ke laptop, jadi ceritanya begini, beberapa minggu kemaren banyak hal yang terjadi yang membuat saya berpikir.

Pertama, saya dikejutkan dengan berita dari seorang teman dekat saya kalau bapaknya meninggal. Teman saya ini memang tipe yang introvert, dapat dihitung beberapa teman dekatnya, saya salah satunya. Bukan karena saya orang yang terlalu easy going, saya si sedeng2 aja, bisa diem, bisa jutek, bisa ramah. Tergantung lawan bicara lah.. Hehe.. Saya kenal temen saya ini sebutlah bunga ketika mengikuti test di tempat sekarang saya bekerja, eh kebetulan kita sama-sama keterima dan ketika pendidikan, di batch tersebut ceweknya hanya kita berdua. Jadi ya pernah sekamar, kenal ortu dan pacarnya yang sekarang jadi misuanya. Saya pernah bertemu dengan bapaknya beberapa kali, tapi ngobrol cukup lama sekitar 2 tahun yang lalu ketika bunga menikah, kebetulan waktu itu saya menjadi pager ayu. Kayaknya masih kemaren aja, saya ngobrol dengan alm. Masih teringat sosok lelaki yang kalem, tidak neko-neko, tulus, baik, adem lah ngeliatnya.. Aaah.. Rasaaanya bener-bener ikut sedih mendengar berita tersebut.

Usut punya usut, ternyata alm bapak bunga menderita kanker. Lalu bunga (yang-anak-tunggal-itu) pun menceritakan dengan tegar dan tenang tentang sakaratul maut alm di hari Jum’at, setelah adzan Magrib dan ketika sholat tanpa ada rasa sakit sama sekali.. Ya Allah, rasanya saya mau nangis, tapi karena mikirin perasaan bunga jadi ya cuma berkaca-kaca. Saya pun teringat alm bapak saya yang meninggal karena kanker juga, 11 tahun yang lalu dan pikiran saya pun melayang kemana-mana, gimana kalo yang meninggal tersebut ibu saya. *deg*
Rasanya ngerasa belum siap banget.. dan mungkin ga pernah siap, karena bagi saya mama bukan hanya orang tua tapi sahabat saya juga.. But someday, waktu itu akan pasti terjadi, ntah saya atau mama yang duluan.. T.T

Mendengar mudahnya proses sakaratul maut, saya pun jadi berpikir, apa bekal yang sudah saya persiapkan untuk kesana. Saya pun bertanya sama bunga, apakah bapaknya baik ibadahnya semasa hidup. Bunga bilang kalo alm rajin sholat, selalu ontime, di masjid, sabar.. Aaaah jadi makin tertampar saja.. Rasanya hati ini kotor banget, kebanyakan mikirin duniawi, kadang (mungkin sering) tidak sengaja menyakiti atau mendzolimi orang lain, ibadah yang masih belum sempurna.. rasanya banyak banget dosa saya.. Mungkin saya masih terlihat baik di mata orang lain karena Allah masih menutupi aib-aib saya.. T.T #makinSedih #ambilTissue #seriusNangis

Kedua, saya dikejutkan lagi dengan berita lain. Pernah mendengar istilah puber kedua? Pastinya pernah doong. Tentang seseorang yang sudah menikah tapi ingin menjalin hubungan dengan perempuan lain selain istrinya. Misalkan CLBK dengan mantan pacar, atau cinlok dengan temen kantor, even itu hanya chat ga penting ala-ala ABG PDKT dan ketemuan padahal ga ada kepentingan, kecuali ada kepentingan kerjaan atau bisnis its oke lah ya. Udah nikah book, inget anak istri. Mungkin pasangan tersebut harus sama-sama introspeksi diri. Kita sebagai penonton juga tidak boleh menyalahkan lelaki itu 100% karena saya percaya hukum sebab akibat itu masih berlaku sampai kapanpun. Pastinya banyak alasan, mungkin ada ketidakpuasan, kekecewaan yang dipendam dan tidak diungkapkan khan who knows. Oleh karena itu, pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan, saling menghargai, saling menerima kekurangan masing-masing dan ga banyak nuntut. *maafYaPemirsahNgomongEmangGampang 😀

Namun ketika lelaki yang diceritakan tersebut adalah seorang lelaki yang kalem, ga neko-neko, yang jauh dari kata pecicilan tiba-tiba melakukan itu. Jujur apa yang saya rasakan saat itu, perasaan takut, takut menikah walaupun saya ingin, perasaan takut salah memilih pasangan hidup dan segala macam pikiran2 lain bercampur. Astagfirullah padahal ga boleh mikir gitu. Makanya selalu libatkan Allah dalam setiap proses pengambilan keputusan termasuk menikah, hilangkan kecenderungan dan istikharah meminta petunjuk *ngomongSendiri* *sodorinKaca* Karna Allah tahu yang terbaik untuk kita 🙂

Ketiga, teman kantor saya yang lama akhirnya hamil. Setelah 4.5 tahun menikah. Alhamdulillah jadi ikut senang. ^^

~~~

Singkat kata, tidak ada yang abadi di dunia ini. Karena kita hanya singgah di dunia ini. Jadi jangan terlalu senang dengan apa yang kita miliki sekarang karena itu bukan akhir dari perjalanan hidup kita.., dan jangan terlalu sedih atas apa yang tidak kita punya sekarang. Allah itu Maha Pembolak balik hati, Allah itu Maha Kuasa. Kalau dia mau ya.. kunfayakun. Jangan pernah juga meng-underestimated seseorang, misalkan seorang pembunuh jika Allah memberi hidayah besok dia bisa jadi ustad. Ga ada yang tau khan.. Saya pun jadi inget, kisah jaman Rasullah, seorang pelacur yang masuk syurga karena memberikan air minum kepada seekor anjing dan kisah pada jaman nabi Musa, seorang ahli ibadah yang masuk neraka.

Memang sudah menjadi tabiat manusia yang suka membanding2kan. Membandingkan pencapaian hidup, apa yang sudah didapat, apakah saya sesukses dia, apakah saya sebahagia dia, dll. Padahal kalo kita pikir lagi.. Mengapa kita perlu merisaukan sesuatu yang sudah Allah jamin.. Galau? Manusiawi banget. Tapi semua kebahagian itu khan tidak diukur dari apa yang dilihat, namun dari apa yang dirasakan. Yaitu ketenangan hati, nikmat hidayah (apa jadinya hidup kita kalau Allah mencabut hidayahnya dari jiwa kita?), nikmat beribadah, kemudahan beramal shalih, semangat menggali ilmu agama, fastabiqul khairat (bersegera dalam melakukan kebaikan) dan lain sebagainya.

Mengutip sedikit tulisan Ust. Rahmat Abdullah (alm) mengenai ujian.

“Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita. Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan. Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan. Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah. ”

“Orang yang selalau berlambat-lambat menghadiri liqoat dakwah karena alasan ‘istri, anak, mertua, tamu’ akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silig berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktifitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.”

“Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat. Tetapi kita para duat (dengan segala kelemahan sebagai manusia) yang telah mendapatkan amanah amar ma’ruf nahyi munkar.”

Beliau mengatakan “Engkau akan diuji pada titik terlemah yang engkau miliki”. Mungkin kita mikir.. Ya namanya juga hidup pasti ada ujian, tanpa disadari bahwa Allah itu akan menguji pada titik terlemah yang kita miliki. Kita akan diuji pada titik dimana kapasitas dan kualitas diri kita dianggap Allah masih kurang dan membutuhkan peningkatan atau mungkin sikap buruk yang harus dihilangkan.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan kami telah beriman dan tidak akan diuji..? dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta “(Q.Surah. Al Ankabut : 3).

Kejarlah akhiratmu japi jangan lupakan duniamu. Kalo mikirnya kita di dunia ini cuma sebentar, ngapain galau duniawi yang cuma sesaat, 1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia. (QS. Al-Hajj : 47) (QS. As-Sajdah : 5). Yang tadinya mau kesel/marah, jadi mikir ya udah lah ya.. ngapain buang2 energi saya mending dialihkan ke kegiatan positive. Yang tadinya sedih, ya udah lah ya kata Allah emang harus begini mungkin jalannya, yang tadinya mau sakit hati ya udah lah ya ntar kepala saya bisa botak karena stress sendiri, yang tadinya mau soudzon yaudalah ya husnudzon aja Allah tau yang terbaik. 🙂 Sabar.. karena sabar itu ga ada batasnya 🙂 jadi kita juga enjoy dan tenang menjalani hidup yang hanya sementara ini dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya bekal di akhirat.. ^^

Ya Allah, saya ngomong gini gampang bener yah padahal implementasinya pasti tidak semudah membalikkan telapak tangan. Yuk mari berproses menjadi lebih baik setiap harinya..  ^^

Saat kita sedang berjaya, ingatlah bahwa kejayaan itu akan segera sirna. Saat kita sedang menikmati kekayaan berlimpah, ingatlah bahwa besok semuanya akan kita tinggalkan. Semua yang ada di bumi tidak akan abadi. Yang abadi hanyalah wajah Tuhanmu yang memiliki Kebesaran & Kemuliaan. (Q.S. Ar-Rahman: 26-27)

Advertisements

4 thoughts on “tidak ada yang abadi

  1. Subhanallah cerita ayah bunga… smangat fastabiqul khoirot di… Allah punya rencana terbaik buat hamba-hamba yang dekat denganNya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s