Krakatau Trip

Sebelum oleh2 cerita dan poto2 bolang saya raib tak berbekas, maka lebih baik saya dokumentasikan ke blog. Semoga bisa bermanfaat.

Minggu kemarin, 6-8 Juni 2014, saya dan teman-teman critanya ngebolang ke anak gunung Krakatau. Hehe.. Jujur ini trip pertama saya yang menggunakan jasa travel agent. Dulu waktu saya ngebolang ke Green Canyon, Bromo, Bali, teman2 saya yang menyusun sendiri itinerary tersebut. Eits.. Tapi akhirnya trip kali ini ga full ikutan travel agent loch, tapi kami pulang terlebih dahulu, ngeteng alias backpack sendiri. Tapi jadi seruuuu. Penasaran kan.. Yuk scroll kebawah.. ^^

MAP

Trip Krakatau tersebut di arrange selama 3 hari 2 malam dengan harga yang cukup murah, hanya 400rb saja. Dan unpredictable jumlah traveler yang mendaftar pun membludak sekitar 150 orang. Meeting point hanya dilakukan hari H, yaitu Jum’at malam di Merak.

Berikut itinerary-nya :

itinerary

1. Kp Rambutan – Merak

Saya janjian dengan teman2 saya di kampung rambutan jam 18:00, karena katanya perjalanan Kp. Rambutan – Merak sekitar 3 jam. Saya memang suka mepet2 tapi untuk urusan yang melibatkan banyak pihak sebisa mungkin saya ontime, karena saya tidak suka menunggu. Saya dan Yuli, sampai di kp. Rambutan jam 18:00 kurang, dipotong sholat maghrib terlebih dahulu sambil menunggu 3 teman yang lain. Setelah menunggu bis sekitar setengah jam, akhirnya kami mendapatkan bis PrimaJasa jurusan Kp. Rambutan Merak jam 19:20 dengan tarif 20rb. Udah ga enak aja tuh sama panitia karena artinya kami akan ngaret itupun dengan asumsi jika jalanan bersahabat. Seperti yang sudah diprediksi awal, jalanan Jakarta yang padat merayap di tol dalam kota, belum lagi ada perbaikan jalan, maka kami sampai di Merak pukul 23:30. Ternyata sudah banyak yang berkumpul disana, udah kayak dipasar malem hehe.. etapii banyak juga yang belum datang *nyengirKuda|nyariTemen|rasaBersalahSedikitBerkurang

|lupakan. Kamipun mengantri registrasi, sambil menunggu traveler yang lain. Ya namanya juga menghandle kurang lebih 150 orang, sudah kebayang bakal ngaret. Ini endonesiaaah kawan. (KayakSendirinyaGaNgaretAja 😀  *pletak* )

2. Merak – Bakauheni

Akhirnya kami masuk kapal jam 01:00 dini hari. By default kita naik kapal kelas III, namun kita bisa meng-upgradenya ke kelas AC bisnis hanya dengan menambah 8rb rupiah saja. Kelas AC bisnis ada  dua tipe, lesehan dan kursi. Kalo mau nyaman, bisa tidur, lebih recommend yang lesehan, bisa sewa bantal juga kalo mau.

20140608_122952

3. Bakauheni – Dermaga Canti

Sampai di Bakauheni pas sekali adzan subuh jam 04:38 (ini kata aplikasi prayer times di andro saya). Briefing sebentar tapi saya dan teman2 mlipir untuk sholat subuh. Biar ga lama antri wudhu, saya mengakalinya dengan curi start wudhu dari kapal, di perjalanan tangan kita dimasukkan saja kedalam jaket, aman deh. 😀

Perjalanan di lanjutkan dengan angkot jam 05:30 sampai dermaga Canti jam 07:00. Kamipun sarapan ditemani segarnya udara pagi dan mentari yang masih mengintip malu2. Indahnya..

PicsArt_1402302889020

IMG_20140607_071119

4. Demaga Canti – Krakatau

Karena ombaknya besar maka panitia memutuskan untuk change of plan. Yaitu jadwal H1 ditukar ke H2. Yang artinya perjalanan pertama kami ke puncak anak Krakatau. Waw..

IMG_1820

Kami berangkat dari dermaga Canti sekitar jam 08:00 dan tadaaaaaaa sampai  ke pulau Krakatau kecil jam 11 siang.. Benar-benar unpredicted dari plan awal yang tadinya mau liat sunrise di Krakatau. Hehe.. Yah.. Emang ini pengalaman kali pertama saya tracking di gunung siang bolong, tepat ketika matahari berada di kepala kita. hihi.. Critanya sok2an mau kayak bule gitu yah., tanning padahal kulit saya sudah cukup eksotis *halah*.

IMG_3850

20140607_121419

IMG_20140607_122623

IMG_20140607_131017

Kalo kata panitianya, trackingnya sekitar 30 menit tapi keknya lebih deh. Setelah menyusuri semak-semak, baru kami mendaki. Sebenarnya gunungnya ga tinggi-tinggi amat menurut saya namanya juga anak, tapi yang bikin susah adalah pasirnya yang basah (karena semalam habis hujan), yang membuat langkah kita itu jadi kecil banget. Saya si mengakalinya dengan mencari batu untuk berpijak. Beberapa blogger si bilang, bisa melepas sandal, biar lebih cepat dan ringan melangkah, tapi karena timingnya yang ga pas (baca: siang bolong) sehingga pasirnya lumayan panas jadi saya tetap pake sandal gunung.

 20140607_12564120140607_125141 20140607_130250

Ketika sampai di puncak anak gunung Krakatau, rasa lelah pun terbayarkan dan ternyata diatas sana ga sepanas yang kita banyakan loch. Ma shaa Allah, kami disajikan dengan pemandangan yang indah sekali. Gunung yang dikitari oleh lautan yang biruu.. Angin yang berhembus kencang, menimbulkan ketenangan, melepas penat dari hingar bingar ibu kota.. *tsaaah bahasa gw 😀

20140607_113414

(klik gambar diatas untuk membaca sejarah vulkanologi)

Letusan Krakatau 1883 terjadi di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), yang bermula pada tanggal 26 Agustus 1883 (dengan gejala pada awal Mei) dan berpuncak dengan letusan hebat yang meruntuhkan kaldera. Pada tanggal 27 Agustus 1883, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Aktivitas seismik tetap berlangsung hingga Februari 1884. Letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah, menimbulkan setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya. Dampak letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia.

Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan ini akan terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan. ~wikipedia

Oiya, karena gunung anak krakatu ini letaknya di tengah laut ga ada abang teh botol ato abang gorengan, jangan lupa bawa minuman yang cukup ya.. ^^

20140607_145602

5. Krakatau – Pulau Sebesi

Setelah puas poto-poto, ishoma di pulau Krakatau dan perjalanan pun dilanjutkan. Next destination adalah Lagoan Cabe untuk snorkeling. Katanya si, spot ini adalah spot terbaik di antara spot2 snorkeling yang lain. Karena ombaknya besar sekali jangan lupa bawa antimo ya.

Setelah snorkeling kami menuju pulau sebesi untuk istirahat, mandi dan malamnya bakar2 barbeque .

20140607_083736

qqqq

~~~

Karena acara yang dinanti sudah dilaksanakan semua di hari pertama, dan kalaupun kita mengikuti trip mereka, kemungkinan kami akan sampai di kosan masing-masing Senin subuh (belum lagi kalo ngaret, dan menurut penerawangan kita si sepertinya begitu hehe..), maka kami memutuskan untuk pulang lebih awal. Sebelum pergi sempet ambil poto ini. No filter loch..

IMG_20140608_065130

C360_2014-06-08-08-10-00-750

Awalnya Yuli dan 11 teman kantornya berencana untuk pulang lebih awal, maka kami ber4 pun ikutan, eh ada 3 orang lainnya pun ikutan pulang duluan. Jadi yang pulang duluan total ada 19 orang.

Nah, perjalanan pulangnya lebih terasa backpacker-nya karena kita jadi tahu berapa biaya yang dikeluarkan berikut rinciannya :

1. Sebuku – Dermaga Canti menggunakan kapal penumpang yang ada hanya jam 8 pagi (katanya). Ongkos  20 rb/ orang.

PicsArt_14027606154072. Dermaga Canti – Bakauheni menggunakan angkot warna kuning yang kita sewa karena tidak ada angkot yang langsung menuju Bakauheni. Satu angkot dibayar sebesar 200rb. Tapi karena 1 angkot kami ber9 orang dan ribet ngebaginya, maka kami bayar 25rb per orang atau total 225rb.

3. Bakauheni – Merak , ongkos kapan sebesar 13rb untuk kelas III, jika ingin mengupgrade ke kelas AC bisnis dikenakan biaya tambahan 8rb. Brangkat kami di arae tempat duduk, pulangnya dapet di tempat lesehan. Alhamdulillah cukup nyaman.

PicsArt_1402760265721

4. Merak – Kp Rambutan, karena yang ready to go Laju Prima (warna hijau) maka kami naik saja. Bis lebih bagus dan bersih. Bangku 2-2 . Ongkos sebesar 25 rb.

Kami berangkat dari pulau sebuku jam 08:00 dan saya mendarat dengen sempurna di kosan (daerah Ragunan) jam 20:30. Alhamdulilah.

Kalo dilihat dari itinerary pulang si, sebenernya ga susah ya akses kesana. Yang mahal adalah menyewa kapal ke Krakatau (bisa memuat 20 orang) yang katanya jutaan. Dan kita harus koordinasi dengan orang yang mengetahui kondisi gunung, karena gunung Krakatau merupakan gunung yang masih aktif.

Kalo buat saya pribadi, saya prefer untuk backpacker sendiri dengan teman2, tidak mengikuti travel agent kecuali yang sudah terpercaya dan tidak dengan peserta dalam jumlah banyak hehe.. Tapi gpp kok jadi pengalaman aja. So far, perjalanannya tetap seru kok selain bisa memanjakan mata dengan pemandangan alam yang indah, menambah teman baru dan  kita juga bisa semakin menyelami bermacam-macam karakter anak manusia.. ^^

“Travel Will give you much knowledge, don’t just stay and sit one place for the rest of your life, the world is way bigger than you think!” ~copasdariinet

Advertisements

One thought on “Krakatau Trip

  1. Krakatau memang keren ya mbak, gue baru minggu lalu ke sana. Namun gak bisa sampai puncak, karena gunungnya lagi merepet. Tapi malah mendapat pengalaman berharga bisa melihat muntahan laharnya dari jarak yang cukup dekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s