Le Grand Voyage

Tadi sore saya melihat status BBM seorang teman lama, kalau pendaftaran haji akan segera naik. Hmm.. Ngomong2 soal haji, saya jadi buka2 file di lappie eh nemuin tulisan lawas ini yang date created-nya 15 Oktober 2008. Wow.. Tulisan 5 tahun yang lalu. Kalo di twitter tulisan ini bisa dikasih hashtag #latePost :)) Yuk mari ditengok.. tulisan yang benar2 latePost, yang sudah diedit dan diberikan tambahan dari beberapa sumber 😀

 Image

Pagi, dini hari ini saya dibuai dengan sebuah film religi islami dari France yang judulnya Le Grand Voyage. Film tahun 2004 yang disutradarai Ismaël Ferroukhi. Film ini sempat ditayangkan di Festival Film Internasional Toronto dan Venesia 2004. Saya bener2 suka sama Reda (Nicolase Cazale) karena ganteng#eh gagalFokus ya hehe.. bukan2 tapi karena acting-nya, sengaknya dapet banget hehe.. Dan Muhamed Majd (Le Pere) ayah Reda.

Film ini berkisah tentang perjalanan seorang anak yang mengantarkan ayahnya dari France ke Mekkah. Muhamed Majd bercita-cita untuk menunaikan ibadah haji sebelum ajal menjemputnya. Hmm.. STD banget ya, apalagi manusia makin berumur biasanya kadar religius semakin meningkat, sehingga cita2 tersebut menjadi cita2 lumrah bagi semua umat islam untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke-5. Lalu apa menariknya?

Pertama, perjalanan spiritual tersebut dilakukan dengan menggunakan mobil, yang mana jarak Frace-Mekkah sekitar 3000mil. Hari gini?? Semakin canggih teknologi dan semakin banyak kemudahan yang ditawarkan, lalu kalau ada yang mudah kenapa dipersulit? Apalagi jika kita mempertimbangkan efisiensi waktu.

Pertanyaan itu juga yang dilontarkan Reda kepada ayahnya, ”Mengapa Ayah tidak naik pesawat terbang saja ke Makkah? Ini akan lebih mudah.”

Sang ayah terdiam sejenak. ”Air laut baru akan kehilangan rasa pahitnya setelah ia menguap ke langit,” jawabnya. ”Apa?” ”Ya, begitulah air laut menemui kemurniannya. Ia harus mengangkasa melewati awan. Inilah mengapa lebih baik naik haji berjalan kaki ketimbang naik kuda. Lebih baik naik kuda ketimbang naik mobil. Lebih baik naik mobil ketimbang naik perahu.”

Mungkin pesan yang ingin disampaikan ayahnya adalah semakin sulit perjalanan menuju Mekkah, maka semakin memurnikan jiwa.

Kedua, Reda mengantarkan sang ayah bukan dengan ikhlas tapi terpaksa. Sebenernya, Reda juga seorang muslim tapi karena besar di Prancis jadi terbawa pergaulan. Hubungan mereka pun tidak begitu akrab. Karena saudara2nya tidak bisa mengantar sang ayah, maka dengan sangat berat hati, mau tidak mau, suka tidak suka, Reda yang harus menurutinya. Apalagi saat itu Reda sedang dimabuk cinta, harus meninggalkan Lisa, pacarnya yang beda agama untuk beberapa saat.

Namanya juga film perjalanan, jadi settingannya di jalan, mobil dan hotel. Le Grand Voyage sukses mengiris-iris hati dengan sempurna berjalan linear, diawali dengan 2 karakter yang sama keras dan bertolak belakang, lalu diperjalanan mereka saling belajar, dan endingnya yang bikin mengharu biru ketika Reda menemukan sang ayah terbujur kaku. Saya pun ikut merasakan paniknya Reda saat kehilangan sang ayah, shock dimana ia barusan memahami sang ayah selama perjalanan, lalu harus kehilangan secara instant.

Le Grand Voyage juga mengingatkan kepada kita bahwa sikap prihatin, berpayah-payah, dan menempuh kesulitan dalam tradisi naik haji sudah menjadi luxury/kemewahan. Ismaël Ferroukhi ingin menemukan kembali barang langka ini. Berhaji seperti itu bukan hanya sekedar ziarah, tapi merupakan ekspresi dari sebuah pencarian yang agung.

Penasaran? Yang belum nonton, monggo di tonton. Yang udah nonton? Yuk tonton lagi. Pokoknya recomended deh.. !!  ^^ Semoga Allah mampukan kita untuk datang ke Baitullah.. Aamiin Allahumma Aamiin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s