Test Alergi

Dari kecil, saya memang alergi terhadap debu, seafood, dan tempat bersuhu dingin. Biasanya alergi itu singgah, yah barang sehari dua hari, paling lama beberapa stay seminggu lalu pergi kembali. Datang lagi pergi lagi. Pattern tersebut berulang, tergantung daya tahan tubuh saya saat itu, makanan yang saya konsumsi, kondisi lingkungan sekitar dan kebersihan. (postingan sebelumnya)

Saya sudah mencoba lebih dari 3 dokter specialist kulit di Rumah Sakit yang cukup bonafit, tapi tidak juga mendapatkan hasil yang diinginkan . Kalau obatnya habis, alergi tersebut kambuh lagi. Kemudian saya cerita kepada teman kantor saya, dan beliau merekomendasikan seorang dokter yang sudah cukup tinggi jam terbangnya, di daerah Kampung Melayu. Namanya, dr Adhi Juanda.

Berikut detailnya :

PROF. DR. Dr. Adhi Djuanda (Dermatologist & Venereologis)

1. Jl. Raden Saleh 31  (Depan Rumah Sakit Cikini). 

Praktek senin-jumat jam 15.00-16.30. Praktek sabtu jam 15.00-17.30.

(Untuk hari Sabtu, jam tutup prakteknya ga fix bisa lebih dari 17:30, saya pernah ngatri sampe 3 jam dan baru dipanggil bada magrib)

2. Jl. Otto Iskandar Dinata 30A – Apotik Abdi Farma.

Praktek senin-jumat jam 17.30-20.00

Pertama kali datang ke prakteknya, tahun 2011, agak kaget melihat tempatnya. Sayangnya, saya ga moto euy. Awalnya agak ragu, namun melihat antriannya yang cukup panjang yang berasal dari berbagai kalangan, ya sudahlah dicoba saja. Dan ternyata saya malah cocok yang dokter ini. Setelah beberapa hari, hasilnya terasa dan tidak ketergantungan oleh obat yang ia berikan.

Dokter Adhi sudah cukup berumur, usia beliau mungkin skitar 70an. Beliau menggunakan alat bantu pendengaran. Jadi, kalau berbicara dengan beliau harus lebih keras dari biasanya. Saya melihat beberapa piagam di ruang praktek kerjanya di daerah Raden Saleh. Setelah google sana sini, ternyata dokter ini emang cukup terkenal. Beliau ini professor dan guru besar UI dan terkenal sebagai keluarga dermatologist, karena beliau dan anak-anaknya semua berprofesi sebagai dokter kulit (tapi beda-beda spesialisasinya).

Salut sama dokternya, dengan usia yang bisa dikatakan senja beliau masih mau membantu orang-orang yang membutuhkan keahliannya. Untuk biaya sekali konsultasi masih cukup terjangkau, dulu tahun 2011 masih Rp.100.000 tapi ketika saya kembali tahun 2013, biaya konsultasi naik menjadi Rp. 150.000. Oiya, biaya konsultasi sudah termasuk suntik yah. Dan untuk obat tergantung resepnya. Biasanya obat luar (salep racikan) lebih mahal skitar 300 ribuan. 

~~~

Kemaren alergi saya kambuh lagi. Karena sudah beberapa kali saya rutin bolak balik dokter Adhi dan masih saja. Akhirnya beliau menyarankan saya untuk test Alergi di anaknya. Namanya Dokter Dhani Juanda yang prakteknya di sekitar daerah Raden Saleh juga. Ada 35 jenis makanan di tes di tangan saya dan hasil pemeriksaan uji respon makanan tersebut.

tes_alergi

*gambar dari om google 

Test alergi dilakukan dengan menggambarkan garis dan memberikan 35 macam essence nya ke tangan saya, seperti gambar diatas.

Tiga puluh lima essence yaitu kontrol, histamin, debu rumah, tungau(kutu debu rumah), human dander, serbuk rumput-rumputan, serbuk padi, sebuk jagung, mixed fungi, kecoa, bulu kuda, bulu kucing, bulu anjing, bulu ayam/burung, ikan bandeng, udang, ikan kakap, ikan tongkol, kerang, kepiting, cumi, daging ayam, kacang tanah, kacang mete, kacang kedele, coklat, putih telur, kuning telur, susu sapi, teh, kopi, gandum, tomat, wortel dan nanas. 

Didiamkan selama 15 menit dan jika kita positive alergi, maka tangan kita akan memerah dan agak sedikit bengkak. Saat itu, saya dinyatakan positive alergi udang, debu rumah, tungau (kutu debu rumah), serbuk rumput-rumputan, bulu anjing, ikan kakap dan bulu anjing. Atas dasar test ini juga, saya kembali mengkonsumsi cumi.. Alhamdulillah.. 🙂 Oiya FYI, test alergi ini juga menggunakan bulu anjing loch, sebelumnnya saya tidak diberi tahu. Untuk yang muslim dan mungkin merasa tidak perlu test bulu anjing, mungkin bisa request sebelumnya. Biaya test alergi sebesar Rp. 400.000, – (per tahun ini, 2013). 

Menurut saya, test alergi ini sangat membantu loch. Bukan cuma buat saya yang alergi-an, tapi buat temen-temen sekalian biar lebih aware ajah menjadi makanan dan lingkungan sekitar. 🙂 

Advertisements

16 thoughts on “Test Alergi

  1. Hi juga lupi,

    Bukan di raden salehnya pi tapi masih sekitaran situ juga, bisa jalan kaki atau naek ojek dari praktek dr. Adhi. Saya tidak tahu apakah bisa langsung test tanpa surat pengantar dari dr. Adhi tapi coba saja karena dr. Dani ini emang bukanya klinik kecantikan.

    Alamatnya hilang tapi nemu link dari om gugle http://claraskinclinic.com/hubungi.php

    Dr. Dani Djuanda,SpKK

    Praktek Senin s/d Sabtu :
    08.00-09.30 & 17.00-19.00

    Jl. Kramat VII / 32, Jakarta 10430
    Telepon : (021) 319 24517

    Lekas sembuh ya.. ^^

    Salam,
    @dianaugin

  2. Thx mba infonya. Saya mau nanya. Kemaren saya juga ke dokter Adhi. Beliau juga menyarankan saya test alergi di dr. Dani. Yg jadi pertanyaan, di surat rujukan di minta untuk melakukan test alergi pada tgl 13 jan. Tepatnya 8 hari setelah konsul dan 3 hari setelah obat habis. Boleh kah saya menjalankan test alergi setelah tgl 13? Mengingat saya kerja dan susah kalau izin terus. Dan biaya test 400 ribu itu sudah termasuk konsul dgn dr. Dani? Atau ada tambahan biaya lagi? Thx jawabannya. Dan kalo enggak keberatan di email juga alamat email saya di caecilliasursi@yahoo.com
    Thank you 🙂

  3. Mbak Sursi : Maaf late respon. Sebaiknya sih mbak sesuai jadwal ajah, pasti khan ada alasannya mbak, mungkin biar lebih mudah kedeteksi. *edisiSotoyKarenaSayaBukanOrangKesehatan 😀
    Kita ambil contoh lain nih, misalkan kita minum antibiotik, khan harus sampai habis tuh. Sekali kita kelupaan katanya (kata dokter saya) bakal nggak ngefek dan ngulang dari awal. Mungkin kalo kita telat juga begitu. Bisa jadi mbak nanti disuruh makan obat lagi dan tetap test alergi setelah 3 hari obat habis. Jadi 2 kali kerjaan. 😀

    Sama mbak kemarin sempat galau ijinnya tapi gpp diusahakan ijin aja mbak setengah hari. Dari pagi datengnya, biar ga ngatri sama pasien2 yang konsul kulit kecantikan 😀 Sebentar kok mbak testnya, dari sana mbak bisa langsung ke dokter Adhi yang di Raden Saleh. Tapi pas saya dateng kemaren, beliau bilang, “Lain kali janjian dulu yah sehari sebelum. ” Telp ke apotik ato tukang parkir itu mbak. 😀

    Untuk biaya benar sekali 400rb per Sept 2013, sudah include dengan konsul dr. Dani.

    Semoga membantu. Dan semoga lekas sembuh ya.. ^^

    Salam,
    @dianaugin

  4. @mbak intan : Hola juga mbak.. Finally, you find my blog accidentally.. hehe..
    Welcome to gajebo blog mbak hehe..
    @roman : Obatnya racikan mas/mbak.. Lagian khan beda kasus beda obat, silahkan datang sendiri ke praktek dokter tsb. ^^

  5. bantu jawab yah.
    @ratna : sekarang utk biaya dokter 200rb. utk obat racikan masih sama kisaran 300rb. untuk jadwal praktek di otista (apotik abdi farma) jam 15.30 – 17.00. nomor antrian sudah bisa diambil dari jam 13.00.
    tapi terakhir kesana (feb 2015), dokternya telat..baru dtg jm 18.00.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s