I’m so happy ^___^

Beberapa bulan belakangan ini, bahkan sampe sekarang tepatnya, saya masih terjangkit sebuah penyakit *halah kesannya kronis bgt yaks :p*.

Hayo tebak apa?

Bisul?? Bukan bukan, kok itu ci -_-“(?!?!)..

Pelupa, tulalit?? Hmm ini penyakit bukan ci?? But sometimes i did it *talk to myself : “Makanya jangan kebanyakan makan mecin Diana” 😀

Panu?? Haduh bukan lah *tebakan anda smakin jauh melenceng nampaknya(?!?!)*..

Hmm… Alergi?? Yap alergi..

Dari kecil, saya memang alergi terhadap debu, seafood, dan tempat bersuhu dingin. Biasanya alergi itu singgah, yah barang sehari dua hari, paling lama beberapa stay seminggu lalu pergi kembali. Datang lagi pergi lagi. Pattern itu mengulang seterusnya tergantung daya tahan tubuh saya saat itu, makanan yang saya konsumsi, kondisi lingkungan sekitar dan kebersihan.

Namun alergi ini paling dahsyat seumur hidup saya. Bayangkan saja, saya sampai mengganti 4 dokter (dalam kurun waktu 3 bulanan) hanya untuk brobat alergi dan hampir tiap hari saya minum obat. Huhuhuhu.. Terpaksa BGT. Padahal khan obat itu khan racun. Abis kalo ga minum gatelnya kambuh lagi,.. Ga lucu dong di kantor saya garuk2 gajelas :)). Setiap dokter memberikan analisis yang berbeda. Namun dokter ke 3 dan ke 4 memberikan analisis yang hampir sama yaitu “KAMU STRES”.

Wew.. Honestly, saya tidak merasa diri saya dalam kondisi stress akut. Saya pikir ya that’s life. Life Is Struggle So I Must Fight For It. Ga kebayang kalo impactnya sampe segitunya (alergi yang berkepanjangan) dan kenyataannya bahwa fisik saya tidak mampu menahannya 🙂

  • Kalo saya lagi ada gangguan teknis (problem red) , IYA (bukan hidup kalau tidak ada problem, justru itulah seninya :p)
  • Kalo banyak yang saya pikirkan, IYA (of course, manusia khan sebagai makhluk yang paling sempurna diberikan akal dan pikiran untuk berpikir) *blah blah blah alasan sok diplomatis buat ngeles ney :p
  • Kalo banyak keputusan yang harus saya ambil, IYA (life is choice and every choice has risk and consequence, walo kadang ada penyesalan sedikit, kalau sajah saya tidak memutuskan ini, kalo saja saya memutuskan itu, tapi ya sudahlah semua sudah berlalu dan pasti ada hikmah di setiap kejadian) *sdikit curcol 😀
  • Kalo agak sedikit tertekan dengan kondisi *lingkungan*, IYA (hehe.. no comment deh kalo ini)

Ketika blog walking, saya malah menemukan artikel ini. Tidak untuk dipercaya *musrik dong ntar :p*, yah lumayan untuk iseng2 doang dan seru juga untuk dicoba dan ternyata hasilnya sama. Saya STRES. Hehe.. ^^

Perhatikan dua gambar dibawah (saya dapat dari palunghatiku), gambar tersebut diidentifikasi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat stress. Semakin cepat pergerakannya, semakin tinggi tingkat stress seseorang. Sebaliknya, semakin perlahan pergerakannya, semakin baik kemampuan seseorang mengatasi masalah. Seorang kriminal yang pernah di tes mengatakan gambar-gambar tersebut berputar sangat cepat. Seorang usia lanjut dan anak-anak mengatakan gambarnya tidak bergerak.

*Gambar-gambar ini tidak ada yang animasi, semua adalah gambar statis atau diam.

Mudah-mudahan sakit ini menjadi pengugur dosa2 saya. Amin Allahumma Amin.

 

 

 

 

*PESAN SPONSOR : Apapun masalahnya, minumnya teh madu hangat. La lalalala Enjoy ajah..^_____^

”Sesungguhnya besarnya balasan akan didapatkan bersamaan dengan besarnya ujian yang menimpa. Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya. Jika mereka ridha dengan ujian tersebut maka Allah akan ridha terhadap mereka. Tapi jika mereka marah dengan ujian tersebut maka Allah akan marah juga kepada mereka.” ( HR. Turmudzy)

“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” (QS : Alam Nasyrah 5-6)

** Mohon maap apabila judul dan content agak kontradiktif.. Ini hanya judul jebakan dan saya sudah kehabisan kata2 mau ngasih judul apa ^^

Advertisements

2 thoughts on “I’m so happy ^___^

  1. […] Dari kecil, saya memang alergi terhadap debu, seafood, dan tempat bersuhu dingin. Biasanya alergi itu singgah, yah barang sehari dua hari, paling lama beberapa stay seminggu lalu pergi kembali. Datang lagi pergi lagi. Pattern tersebut berulang, tergantung daya tahan tubuh saya saat itu, makanan yang saya konsumsi, kondisi lingkungan sekitar dan kebersihan. (postingan sebelumnya) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s