Evaluasi Diri

Evaluasi Diri dulu… baru Evaluasi orang lain atau Pemerintah!!!

Buat temen2 yang umurnya udah kepala dua pasti udah ngangggep dirinya udah dewasa. Tapi bukankah umur tidak menentukan kedewasaan seseorang. Tapi suatu proseslah yang membuat seseorang menjadi lebih dewasa. Proses itu bisa teman2 dapat umur belasan tahun ataupun lebih. Seperti yang banyak dialami oleh anak2 gelandangan atau pengamen jalanan. Dewasa sebelum waktunya karena kondisi.

So.. Apa sih parameternya sehingga seseorang dapat dikatakan dewasa? Dewasa ketika adanya perubahan yang terjadi pada fisik teman2, ketika seseorang dapat menyelesaikan permasalahannya sendiri dengan kepala dingin, tidak emosional, dan pikiran yang jernih, ketika seseorang bisa menghargai hasil dan tindakan orang lain, ketika seseorang selalu berpikir matang sebelum bertindak, mendahulukan kepentingan orang lain diaitas diri sendiri (tidak egois), ketika seseorang merasakan jatuh cinta dan dapat memperlakukan lawan jenisnya dengan selayaknya, ketika seseorang sudah tau apa yang harus ia lakukan untuk minimal untuk dirinya sendiri dan tidak menjadi beban orang tua lagi. Ada yang punya pendapat lain?

Nah, saya pun mempertanyakan implementasi dari sifat dewasa yang sudah disandang para mahasiswa. Seperti aksi2 demo yang akhir2 ini marak dilakukan menentang kenaikan harga BBM. Apakah mereka menganggap dirinya sudah dewasa lalu bebas mengeluarkan aspirasinya dengan cara yang mereka anggap benar. Tapi menurut saya sikap yang mereka perbuat sangat tidak dewasa dan anarki. Oke kita skip.. Nah jadi intinya sebelum mengevaluasi pemerintahan begini begitu saya memilih cara untuk mengevaluasi diri saya sendiri dulu.

TIPS Mengevaluasi Diri

Apakah cara yang saya lakukan untuk mengevaluasi diri saya dan untuk menghindari kufur nikmat yang tanpa sadar kadang pernah terjangkit. Yaitu saya membuat sebuah catatan kecil di excel misalnya, yaitu list kenikmatan apa saya yang udah Allah kasih ke saya. Dan kegagalan, kesusahan yang saya terima. Tapi kegagalan tersebut saya bagi menjadi dua, yaitu kegagalan yang memang disebabkan oleh kesalahan saya (human error) dan kegagalan yang mang terjadi tapi kita sudah melakukan usaha yang maximal. Dan disamping kesusahan dan kegagalan yang terjadi ditulis hikmah dari masing2 kejadian. Kira2 seperti ini :

Mang terdengar klise tapi coba deh temen2 buat catetan kecil ini. Tulis setiap hari ato moment2 penting dalam hidup kalian, tulis kenikmatan atau kesusahan kalian alami. Insya Allah yang tadinya kita mau ngeluh tapi pas liat catetan kecil itu maka bakal inget lagi kalo Allah tuh lebih banyak ngasih kenikmatan dari pada kesusahan. Dan kalo kita lagi down banget liat lagi bahwa sebelumnya kita pernah dikasi cobaan yang lebih berat dari itu dan kita bisa jalanin dan hikmahnya yang subhanallah banget yang belon tentu orang lain dapet. Selain itu juga, jangan ampe juga kita melakukan kesalahan yang sama.

So.. Wanna try it… Insya Allah hidup kalian akan dipenuhi oleh senyuman.. hehehe…

Ayo semangat.. !!!!!!! Fabiayyi ‘alaa irobbikuma tukadziban

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s