Film ML (Mau Lagi)???

Apakah arti kebebasan seni? Yah tergantung dari perspektif masing2 individunya khan. Nah klo arti kebebasan seni atau berekspresi di Indonesia gimana nih? Stelah pencekalan Dewi Persik di beberapa daerah karena goyanyannya. Nah sekarang sebuah film yang kontroversial muncul.

ML disini bukan Making Love tapi Mau Lagi nama sebuah film yang rencananya bakal diputar 15 mei ini namun gagal diputar karena banyaknya pihak2 yang kontra (MUI) termasuk saya. Ya iyalah.. saya udah liat trailernya. Komentar saya: BEUUUUUHHHH… PARAH PISAN EUY. Jangan2 stelah orang nonton bui tambah penuh sesak karena jumlah pemerkosaan dan aborsi di Indonesia bertambah. Pantesan ajah di cekal. Bo..scara ini Indonesia. Kita masi menganut budaya Timur bukan Barat…

Ok.. Let me analyze this film, pesan moril yang yang saya tangkep dari trailer ini adalah pergaulan bebas di kota2 besar seperti di jakarta adalah bukan suatu hal yang dianggap tabu lagi. Film ini juga menyampaikan bahwa “Jangan melakukan hubungan seks diluar nikah ataupun berganti2 pasangan karena akan menyesal“. Konteks tersebut disampaikan karena cowo nya ratu felisha itu terkena penyakit Herpes padahal si Ratu felisha mengandung anaknya.

Well, sebenernya pesan moril yang terkandung bagus namun film tersebut dikemas dalam content yang salah. Adanya bukan pesan morilnya yang ditangkep oleh masyarakat tapi malah mengikuti perbuataan terlarang yang dilarang agama, hanya untuk mencari kenikmatan sesaat, padahal banyak ruginya apalagi buat kaum wanita. Kalo yang nontonnya orang berpendidikan mungkin masih dapat menyaring dan mengambil pesan morilnya. *Walupun gak semuanya juga sih. Orang yang berpendidikan pun kadang kelakuaannya minus. *

Tapi film ini khan adalah film komersil yang dibuat untuk umum khan. Artinya semua orang bebas untuk menonton.

  • Nah coba deh temen2 bayangin dongs kalo yang nonton para abg-abg ato anak dibawah umur dan mereka gak nonton ampe abis. And then we have wrong definition about sex.
  • Ato pengangguran ato orang2 yang sedang berdua2an (baca:pacaran), yang tadinya gak ada maksud & niat apa2an trus karena nonton film itu jadi terangsang dan setan pun menari2 senang karena dia berhasil menambah pengikutnya.

Beginikah kebebasan seni di Indonesia? Kebebasan yang sungguh melanggar batasan. Huu..jadi intinya klo mo buat film tuh jangan asal. Dipikir khan matang2. Saya tau buat film itu gak gampang. Saya juga belum tentu bisa bikin film yang kontroversial. Tapi mbok ya disesuaikan, diputernya khan di Indonesia. Klo di negara barat kayak Amerika sih. Monggo…Trus.. Harusnya mikir beribu2 kali untuk membuat sebuah film, dampaknya akan seperti apa.

Advertisements

3 thoughts on “Film ML (Mau Lagi)???

  1. assalamualikum

    hmm saya belum pernah na nonton film indo sekali pun dibioskop..tau kenapa..

    sekarang udah janji ga bakal nonton bioskop (terakhir pirates of carribean At Worlds End….)

    bis buang waktu juga kan

    apalagi film kayak gini kaga mendidik banget dah nih ML

    dah mana ni film banyak melanggar norma2 dien kita na…

    udah ah…berantakan kata2nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s