Sindrom tingkat 4

Ehmm… gak berasa yach sekarang saya udah jadi senior di kampus n kalo Allah mengizinkan saya akan lulus tahun ini. Amien…Akhir2 ini saya punya kegiatan baru loch, yaitu mengadakan riset terhadap anak2 tingkat 4 khususnya anak teknik informatika (IA01).

Sekarang saya akan menjelaskan peta hidup seseorang yang normal.

peta.jpg

Dari diagram pohon diatas anda-para-pembaca-setia-blog-saya tentunya dapat melihat khan bahwa disetiap levelnya selalu muncul node dengan nama Marry atau seseorang merencanankan untuk menikah, menyempurnakan separoh agamaya. Entah ada yang mau S2 dulu atau mau kerja dulu pasti ujung2 bakal married khan. Yah itu adalah plan normal. Justru jika ia tidak mempunyai plan menuju kesana maka ia abnormal dan kudu di normalisasi.. ;b.

Yah di diagram pohon diatas juga terlihat salah satu keabnormalan yaitu ia memilih single untuk seumur hidupnya dan memilih untuk berkutat dengan buku(s2,s3,stehmanis, steler… ;p) serta menghasilkan ilmu2 baru yang “semoga” dapat mencerdaskan anak bangsa sehingga dapat mamajukan perekonomian Indonesia yah at least bisa ngurangin ato kalo bisa ngelunasin utang INDONESIA. *Kasian anak cucu kita ntar baru lahir uda dibebani utang. Klo dibebani warisan mah enak. Oya, dulu saya pernah baca artikel kalo sebenernya orang Indonesia itu pinter2 loh tapi males. Sedangkan orang Jepang itu ga begitu pinter tapi mereka ulet. Yah sudah rahasia umum kalo orang ulet itu mengalahkan orang cerdas.*

Knapa kata smoga diatas saya tanda kutip dan bold? Karena rata2 orang yang sudah sukses bukannya dia pulang ke INDONESIA trus kasih yang terbaik ke tanah air tapi malah ke luar negeri lagi dan ga balik ke kampung halamannya. Yah ga nyalahin juga sih mungkin juga kurang ada penghargaan yang berarti dari Indonesia baik pemerintah maupun masyarakatnya itu sendiri. Jadi ia lebih baik pergi ke tempat yang jauh dapat lebih menghargai hasil/karya/ilmu yang ia punya.

Seseorang akan menghargai orang lain jika ia sudah merasa cukup dihargai oleh orang tersebut ataupun sebaliknya.

Atau keabnormalan lain adalah memilih pergaulan bebas ataupun memilih kehidupan dengan sesama jenis. Brati mereka ga punya sense seni yang bagus… Suka kok sama sesama jenis.. Yang bikin bete kaum hawa termasuk gw, udah tao stok co sedikit bisa dibilang 1 banding 7. Trus co2 yang β€˜aneh2′, gak visioner, gak bisa jadi imam yang baik di blacklist. Eh trus co2 Gay nambah2in co yang masuk ke dalam daftar hitam jugah. Hanya karena mereka pernah dikecewakan atau disakiti oleh ce trus trauma dan memilih berhubungan seksual dengan sesama jenis. Alasan yang sungguh tidak dapat diterima. Karena menurut saya sebagian besar manusia di dunia ini pasti pernah disakiti ataupun dikecewakan oleh lawan jenisnya.

Brati semakin sedikit khan stok co qualified. Itulah sebabnya poligami semakin gencar. Karena mungkin sebagian dari kaum hawa resah akankah saya mendapatkan co yang saya idamkan. Dari segi materi, fisik, ataupun berdalih mencari figure ayah dan imam yang baik. Alhasil mereka mau menjadi istri muda atau menikah sirih ataupun menjadi wanita simpanan. Ini juga gak bisa diterima. Tidakkah mereka berpikir bahwa suatu saat nanti mungkin mereka dapat berada di posisi istri tua. Ya khan… Atau ada alasan yang benar2 masuk akal yang dapat diterima baru deh saya pro.

Yach semoga para pembaca-setia-blog-saya tidak termasuk ke dalam kategori manusia yang perlu di normalisasi.

Setelah cuap2 ga jelas diatas, saya akan menjelaskan hasil riset saya, yang saya rasa merupakan sindrom tingkat 4. Berikut saudari Diana mengungkap fakta yang berada langsung dari tempat kejadian …

1. Anak2 tingkat 4 sangat sensitive dengan masalah married/nikah/anak/bapak/ibu/kawin. Pelajaranya pun beda. Mungkin mereka mengharapkan pelajaran pra nikah seperti di tivi2. Khan ga dapet di kampus tuh. Jadinya mereka buat pelajaran sendiri. *kayaknya gak deh..Hanya perasaan dek Diana sajah…Ngarang ni… kekekek*

Tiap pelajaran yang ngajarin algoritma dan berhub dengan diagram pohon pasti mereka semangat pisaaaaan karena bakal nyinggung2, buat anak, punya anak dari bapak tiri, satu bapak beda ibu lah . Ampe suap-suapan padahal sebenernya switch dibaca jadi swap. Dasar dodol… ;p

–> 85% kebenarannya

2. Kalo si A ngomongin si B (lawan jenis) ke si C

Trus si D dkk denger pasti langsung menatap dengan tatapan nanar dan matanya pun berkata “A…Ada-apa-kamu-dengan-si-B” … Si B tersipu2 malu, si C bingung, dan si A dan B dicengin. Huuuu… Gosiip bo…

–> 80% kebenarannya

3. Teman2 yang lom punya pasangan pasti dibuatin gosip supaya dia terlihat akan mempunyai pasangan. Padahal gosip itu sama sekali ga bener sama sekali. Maklum kehabisan bahan gossip.. Bosen kali yach artis mulu yang digosipin.. ;b. Contohnya : F*f*

–> 80% kebenarannya

4. Nah yang lebih parahnya lagi.. Si ip*n pembaca-setia-blog-saya-tapi-gak-pernah-kasih-komen (hehehe) bawa kertas “Sighat Ta’lik yang diucapkan sesudah akad nikah”. Ehmm…. Mang lo mau ngelamar temen gw p*n.

Peri jahat : “Jangan mau ni.. Khan lom lulus. Cinta itu harus realistis. Jangan karena cinta tar lo pake tongkat (baca :cinta buta)” Hehehe.. Becanda ya p*n… πŸ˜‰

Peri baek : “Gw tunggu undangnnya ya… ^_^”

–> 99,1% kebenarannya

5. Jadi tambah rajin baca buku tentang pernikahan, buku cari pendamping hidup yang soleh/soleha lah, ikut pengajian, reunian, seminar pra nikah, dll

–> 50% kebenarannya

6. Kembali menghubungi teman2 lama, teman tk, sd, smp, sma, kursus, sekomplek dengan dalih mempererat silahturahim trus kali aja ada yang klik trus you know lah.. ato klo mentoknya si ama barang local cos cinta produk dalam negeri (baca : temen kuliah khususnya temen sekelas )juga diembat.. Tul gak ni…;p

–> 80% kebenarannya

7. Gecar2nya ikutan Chat n Date (boong deng) ato minta dijodohin (boong lagi)

–> 0,001% kebenarannya

8. Cari Pendamping Wisuda (PW) –> Sangat2 benar/valid

–> 99,99999999999% kebenarannya

Hehehe…Nah untuk melakukan option no 8 berarti harus melakukan use case(langkah2) dibawah ini:

1. Ketemu DP

2. Ajuin Tema dan Judul TA

3. Approve judul dan kerjakan TA

4. Sidang TA dan lulus

5. Beli ato bikin kebaya/jas/batik buat wisuda

6. Cari Pendamping Wisuda (PW)

Nach.. Rata2 mahasiswa/i sekarang penganut aliran Arabian’s Jaya jurusan Jakarta-Surakarta. Loch?!?! *kayak Nama bis Dedy Jaya*. Jadi kayak Al Qur’an bacanya dari kanan. Jadi ngerjainnya juga dari use case no 6 cari PW trus ke no 5 beli ato bikin/beli kebaya/jas/batik baru de ke no 1.

Hayo yang ngerasa anak tingkat 4… Ketauan deh… hehehe…

Advertisements

5 thoughts on “Sindrom tingkat 4

  1. @ipin

    Huohohohoo… ;-p
    Akhirnya strategi A berhasil yaitu bagaimana caranya iP*n kasi komen.. Kekekekek.. Terpancing juga ya pin.. πŸ™‚

    Gapapa pin,, malah elo yang rugi padahal tadinya gw masi kado spesial tapi berhub gak diundang.. Ya… gpp juga khan ga jadi ngeluarin duit kondangan… Kekekek…

  2. aslkm

    wow rajinnya kau na posting ini..kyak uml tapi bukan kyak struktur oranisasi euy..

    kirain pas pertama kali liat itu rencana, kyak rencana fahri aac…

    keren2

  3. @oki

    Wass wr wb
    Yah cuma iseng2 gak berhadiah ki.. Blog adalah tempat pelarian dari masalah untuk sementara waktu.. Hehe..
    Ya ni mang aga terinspirasi dari fahri aac. Tadinya mang mw biikin use case diagramnya tapi khan gak semua yang baca anak IT. *ngeles ni padahal malez n ga ngerti..Hehe*

    @revoluthion
    Ehmm..Apa penjelasan saya kurang dimengerti ini. Justru saya yang bingung ni cos “hubungannya” ini dilihat dari sudut pandang mana dulu?

    Kalo artiikel saya diatas menjelaskan tentang peta hidup seseorang. Mungkin saya kurang detail untuk memberikan hubungan “AND” pada marry&kerja atau marry&kuliah ataupun marry&kuliah&kerja karena semuanya dapat dikerjakan bersama2. Nah yang ingin saya pertegas disini, saya hanya menjelaskan bahwa setiap orang pasti mempunyai arah menuju kesana. Bukannya kapan waktunya karena itu tergantung dari pribadinya masing2 dan klo jodohnya uda dateng ya.. Alhamdulillah…

    Gmn? Apakah sudah jelas atau ada yang mau menambahkan. [Presentasi : MODE ON] πŸ™‚
    Thx bwt revoluthion yang uda berkunjung ke blog gw… ^_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s