E-bidding

Peristiwa ini berawal dari program magang saya dan teman2 (nia, indah, putut, marsha) yang akan lakukan di sebuah bank di kawasan Thamrin. Sang pembimbing menawarkan banyak sekali project yang dapat kita kerjakan namun kita memilih e-bidding ini sebagai project magang kitah. Walaupun pada saat mengiyakan itu saya benar2 ngeblank apa itu e-bidding, bagaimana, untuk apa, dan lain sebagainya. Dengan modal ketidakPDan, kegaptekan serta kebutaan saya akan dunia IT, saya terima mentah2 dengan mengelek ludah dalem2. Glek..

Mengapa saya sebut diri saya gaptek dan buta akan teknologi tersebut karena setelah saya baca sebuah artikel disitu dijelaskan bahwa sebuah perusahaan di Singapore *baca : JTC (Jurong Town Corporation* telah meluncurkan e-bidding sejak tahun 2001. Hellooooo?? Kemana aja di.. -___-  Yang jelas saya masih unyu2 berseragam putih abu 😀

Ok dech.. Langsung saja..

Apa sih e-bidding?
Kalau kita mengartikan e-bidding perkata dalam bahasa Inggris yaitu terdiri dari dua kata e dan bidding. Dimana istilah e sudah sangat umum yag berarti dari electronic dan bidding artinya tawar menawar.

Jadi e-bidding merupakan suatu fitur yang memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menawar langsung suatu produk dari Internet.

Dengan menggunakan e-bidding para pengguna dapat memonitor secara real-time penyewa tertinggi dan mengajukan beberapa penawaran secara langsung lewat Internet dari rumah atau kantor mereka. Sehingga e-bidding juga merupakan sebuah sistem yang lebih terbuka dan trasparan dalam mencari penawar potensial.

Selain e-bidding ada juga layanan electronic serupa seperti:

1. e-Procurement adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pengadaan barang dan jasa berbasis Web yang didisain untuk mencapai suatu proses kerja yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

2. e-Auction adalah aplikasi untuk mengelola proses pelelangan, baik lelang jual (forward auction) maupun lelang beli (reverse auction) dalam suatu Auction Room (real/virtual). Berikut penjelasannya:

  • Reverse auction (one buyer, many sellers)

Reverse auction adalah lelang secara elektronis dimana suppliers saling bersaing dalam penawaran dengan menurunkan harga jual secara sequential untuk sebuah kontrak atas spesifikasi yang dipublikasikan.

  • Forward auction (one seller, many buyers)

Forward auction adalah lelang secara elektronis dimana pembeli yang potensial mengadakan persaingan penawaran secara elektronis dengan pembeli yang lain, untuk sebuah produk yang dipublikasikan oleh seorang penjual.

 

Rekomendasi bentuk pelaksanaan
Perhatikan tiga buah gambar dibawah yang merupakan contoh dari pelaksaanaan bidding yang direkomendasikan.

 

ebidding.jpg

Gambar a dan b merupakan contoh dari bentuk pelaksanaan proses bidding. Sedangkan pada gambar c tidak diperbolehkan karena kita bisa contek-contekan harga.

Contoh e-bidding dan e-Procurement
Berikut ini saya akan memberikan contoh kasus e-bidding.

Kalau di tempat saya magang, bidding tidak langsung dilakukan via internet tapi dilakukan di perusahaan tersebut. Sebutlah perusahaan tempat saya magang adalah PT. ABC. PT. ABC ini berniat untuk membuat sebuah project ZZZ. Otomatis PT. ABC mencari vendor mana nih yang mau melaksanakan project tersebut dengan cost termurah. Setelah terkumpul vendor mana saja yang mau dan merasa mampu menyanggupi project tersebut kemudian vendor-vendor tersebut diundang ke PT. ABC untuk melakukan proses bidding dengan menggunakan aplikasi e-bidding tersebut.

Nah berarti e-bidding yang dilakukan secara offline walaupun pada saat para vendor melakukan proses bidding tetap menggunkan aplikasi e-bidding yang terkoneksi dengan internet.

——–

Saat ini, e-bidding yang bersifat online antara lain Departemen keuangan Philipina, Jurong Town Corporation (JTC), BEJ, Commerse dot com. Sedangkan contoh2 perusahaan yang telah menggunakan e-Procurement yaitu beberapa BUMN seperti PLN, Garuda dan Telkom, namun BUMN lain seperti Pertamina, PT Kereta Api Indonesia, PT PAL dan PGN belum dapat menerapkan e-procurement secara terintegrasi.

Keuntungan dari e-bidding dan e-Procurement
Pada dasarnya e-bidding dan e-procurement mempunyai tujuan yang sama yaitu agar kegiatan lelang untuk e-bidding ataupun pengadaan barang dan jasa untuk e-procurement dapat lebih efisien lebih transparan keadilan, akuntabilitas, dan terbuka untuk siapa saja (umum). Sehingga dapat mencegah kegiatan KKN yang sudah menjamur.

 

Semoga bermanfaat.. 😉

 

Referensi :

http://www.bntd.by/en/ebidding/

http://www.properti.net/berita/?q=1566

 

Advertisements

7 thoughts on “E-bidding

  1. aslkm

    asyik ada ilmu baru nih bu…..

    syukran yah

    waslkm

    Yah cuma jajal2 bikin artikel.
    Maap dech kalo kurang lengkap ato kurang detail.. ;p
    Semoga bermanfaat.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s